Antusiasme luar biasa ditunjukkan para santri putri dalam mengawal transparansi keuangan pada Sidang Evaluasi Tengah periode yang diselenggarakan oleh pengurus pondok putri di aula komplek putri pada kamis hingga jumat, 8-9 Oktober 2026. Jika biasanya persidangan lebih fokus pada evaluasi program kerja, kali ini peserta sidang lebih menaruh perhatian pada draf keuangan pengurus.
Sidang Evaluasi Tengah Periode yang dihelat pengurus pondok putri kemarin, sempat menghangat lantaran banyaknya lemparan pertanyaan terkait anggaran. Bermula dari pertanyaan salah satu anggota sidang yang lebih senior, yang kemudian memicu anggota lainnya untuk menyoroti draf bagian keuangan. Menanggapi dinamika kritis para santri, Ummi Zalfa Zakiyyah selaku bendahara pengurus menyambut baik hal tersebut.
“Memahami mekanisme dan sirkulasi keuangan dalam anggaran pengurus itu penting, agar santri dapat mengetahui kemana saja uang mereka digunakan dan mencegah kesalahpahaman. Saya justru senang karena ternyata ada yang peduli terhadap bagian keuangan,” ujar Zalfa saat sesi wawancara.

Sidang ini juga membawa pemahaman baru kepada santri terkait mekanisme perhitungan anggaran. Bendahara terjun langsung mempresentasikan sirkulasi keuangan menggunakan proyektor. Bahkan bukti fisik saldo anggaran terakhir ditunjukkan langsung dihadapan anggota sidang.
Putri Nadillah, selaku anggota sidang mengapresiasi keterbukaan ini dan menegaskan pentingnya transpransi keuangan dalam sebuah kepengurusan, “Keberhasilan pengurus tidak hanya dilihat dari keberhasilan program kerja, namun juga ditunjukkan oleh validitas keuangan dan transparansi terhadap seluruh anggota sidang,” jelasnya.
Keterlibatan santri pengurus dan non-pengurus dalam sidang ini menunjukkan asas keterbukaan tinggi terhadap aspirasi santri. Ketua pondok, Manggar Eka Rahayu menyampaikan bahwa forum sidang ini merupakan wadah strategis untuk menampung aspirasi santri. “Sidang ini menjadi wadah aspirasi santri untuk menkritik dan memberi saran guna mengevaluasi kinerja pengurus di tengah periode ini,” ucap Manggar.
Sidang evaluasi tersebut akhirnya dapat disahkan oleh pimpinan sidang dengan catatan revisi yang disetujui seluruh anggota sidang pada Jum’at, 09 Oktober 2026. Melalui forum ini, santri diharapkan dapat berkomitmen untuk lebih kritis dan memberi solusi guna mencapai target kepengurusan yang dievaluasi.
Reporter: Tiara Wulandari, santri Mansajul Ulum.










