Sebagai upaya menggemakan budaya literasi dan membagikan kebermanfaatan, Pengurus Ponpes Mansajul Ulum Putri menggelar Training Jurnalistik bertajuk “Membaca untuk Diri, Meresensi untuk Berbagi” pada Jum’at, 16 Oktober 2026 di Aula Komplek Putri.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh minimnya pengulas buku (peresensi) di kalangan santri. Dyasahrin Khaszahra, selaku koordinator Seksi Penerangan sekaligus Ketua Panitia, mengungkapkan bahwa menulis resensi adalah salah satu cara mengamalkan prinsip pesantren, yaitu khoirunnas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya).
“Dengan meresensi, seseorang dapat tertarik membaca buku yang kita baca. Dengan demikian kita bisa menumbuhkan semangat teman-teman untuk membaca. Sehingga manfaatnya tidak berhenti di diri sendiri, tapi juga dapat dirasakan orang lain,” tutur Dyas.
Di sisi lain, Dyas sangat menyayangkan minimnya tulisan resensi dari para santri, padahal di pondok sudah tersedia banyak fasilitas yang mendukung. “Belum banyak santri yang mengulas buku-buku yang mereka baca. Padahal kita sudah punya bahannya di perpustakaaan, bahkan ada website redaksi yang dapat memublikasikan ulasan buku dari para santri,” imbuhnya.
Acara tahunan tersebut dihadiri oleh santri tingkat aliyah, pasca-aliyah, dan anggota klub menulis. Pelatihan kali ini menghadirkan Bapak Farid Abbad, S.Sos., M.Si, seorang penulis sekaligus pegiat literasi dari PP. Ar-Raudhoh, Kajen, Pati.
Dalam pemaparannya, mengenai pentingnya dunia jurnalistik bagi santri, beliau mengutip pesan dari Imam Al-Ghazali. “Jika engkau bukan anak orang kaya, dan jika engkau bukan anak dari seorang raja, maka jadilah seorang penulis. Karena menulis akan mengantarkan kita untuk berkarya. Dimana karya tersebut tidak akan lekang melintasi zaman,” tegas beliau.
Peserta tidak hanya dijelaskan secara teori, tetapi juga melakukan praktek penulisan resensi saat acara berlangsung. Antusiasme peserta tampak tinggi hingga akhir acara. Terbukti dari dua sesi yang dilewati, sebanyak 30 lebih naskah resensi berhasil dikumpulkan oleh panitia.

Acara tersebut juga dihadiri Pimpinan Redaksi Em-Yu, Putri Nadillah. Ia berharap melalui acara itu, santri lebih sadar akan pentingnya literasi serta lebih mentradisikan membaca dan menyebarkan ilmu lewat tulisan. “Dengan kita menulis, kita dapat memberikan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.
Reporter: Aulia Syifaul Kamilah, Santri Mansajul Ulum.










