Menu ✖

Mode Gelap

Liputan · 5 Mei 2024 10:16 WIB ·

Kiai Zainal: Ilmu Syari’at harus diimbangi dengan Ilmu Thariqah


 Kiai Zainal: Ilmu Syari’at harus diimbangi dengan Ilmu Thariqah Perbesar

Di hadapan wisudawan dan wisudawati Madrasah Diniyah Mansajul Ulum, KH. Zainal Arifin Ma’shum berpesan untuk terus melanjutkan mencari ilmu. Menurutnya, santri tak boleh merasa cukup dengan ilmu syari’at yang didapatkan di pesantren. Mereka harus terus melanjutkannya hingga pada ilmu thariqah, bahkan haqiqah.

Ia mengisahkan perjalanan mencari ilmunya Husen, salah seorang pemuda Turki yang menikah muda lalu melanjutkan belajarnya hingga dua puluh tahun. Setelah dua puluh tahun belajar, ia ditanya oleh seorang petani alim yang menyembunyikan kealimannya. Ia ditanya tentang hal yang harus dilakukan selepas mencari ilmu. Sekian jawaban ia kemukakan dengan mantap. Tetapi ternyata semua disalahkan oleh petani kampungan itu. Hingga ia menyerah dan menanyakan jawabannya. 

Petani itu tak mau menjawabnya begitu saja. Ia minta Husen untuk menambah belajarnya setahun lagi agar bisa mengetahui jawabannya. Dengan penuh semangat dan penasaran, ia rela menambah waktu setahun lagi. Tetapi dari hari demi hari, tak satu pun ilmu yang diajarkan oleh petani itu selain hanya mengajaknya ke kebun untuk bercocok tanam. 

Menjelang satu tahun yang dijanjikan, ia merasa tak mendapatkan ilmu baru apapun. Akhirnya ia beranikan diri untuk bertanya kembali tentang jawaban yang dijanjikan. Tetapi sang petani itu menjawab dengan santai bahwa hal yang harus dilakukan setelah seseorang memiliki ilmu adalah sabar. “Dengan kesabaran, kita bisa menyebarkan ilmu semakin luas dan bermanfaat untuk banyak orang”, pungkasnya. 

“Orang yang punya ilmu itu berbeda dengan orang yang tidak punya ilmu. Orang yang punya ilmu itu diumpamakan orang yang masih hidup meskipun jasadnya sudah hancur di dalam bumi. Sedangkan orang bodoh diibaratkan orang yang sudah mati. Karena hidupnya tidak berguna, tidak ada manfaatnya baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.” Ia pun menyebut sosok Imam Ibnu Malik yang memiliki banyak tabungan di akhirat lantaran ilmuannya yang ditulis dalam karyanya dipelajari terus menerus di seantero dunia. 

Reporter: Tim Redaksi Em-Yu

Tulis Komentar
Artikel ini telah dibaca 180 kali

Baca Lainnya

Kritisi Soal Anggaran, Santri Putri Antusias Kawal Transparansi Sidang Evaluasi Pengurus

12 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Ibu Nyai Umdah Ajak Santriwati Pahami Physical Boundaries

5 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Regenerasi Kepemimpinan Redaksi Em-Yu: Putri Nadillah Resmi Gantikan Muhammad Ulil Albab Setelah Empat Tahun

3 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Gagal Tujuh Kali Bukan Akhir, Ulil Albab Bekali Santri Pentingnya Mindset Pembelajar

28 September 2026 - 13:52 WIB

Pojok Sastra: Usung Pesan Peduli Sesama

26 September 2026 - 17:23 WIB

Pojok Sastra: Rangkul Perbedaan, Hentikan Perundungan

21 September 2026 - 08:12 WIB

Trending di Liputan