“Batasan diri adalah batasan yang ditetapkan individu untuk melindungi diri sendiri dari rasa sakit, manipulasi, atau perlakuan tidak terhormat. Batasan diri ini sangat penting karena bisa menjadi navigasi bagi kita,” demikian pesan yang disampaikan oleh Ibu Nyai. Hj. Dr. Umdah El Baroroh, MA saat hadir sebagai narasumber NQ Talks 2026 bersama Ibu Nyai Hj. Tutik Nurul Jannah, di Pondok Pesantren Tahfiz Nurul Qur’an, Kajen, Pati.
Dalam forum tersebut, Ibu Umdah mengajak para santri untuk bisa membatasi diri baik secara biologis hingga norma sosial. “Jika kita tahu batasan-batasan secara biologis, agama, bahkan norma sosial, maka kita akan menjadi seseorang yang bisa menempatkan diri, serta bisa berbicara, berperilaku, dan bertindak sesuai dengan konteksnya. Dengan begitu, kita akan menjadi orang yang sangat elegan,” tegas Pengasuh Ponpes Mansajul Ulum tersebut.
Di sisi lain, beliau menyampaikan gagasan bahwa kunci untuk menguatkan diri adalah dengan mengenali diri sendiri. Peserta diajak menyelami apa yang membuat mereka disebut perempuan, bagaimana melindunginya secara agama, dan menyesuaikan dengan norma sosial yang ada. Forum yang dihelat pada Jum’at, 02 Oktober 2026 tersebut, disambut antusias terlebih dengan adanya pemaparan Ibu Umdah terkait tubuh perempuan. Meski dengan penjelasan yang transparan, harapannya santri dapat memahami bahwa hal tersebut tidak tabu untuk dibicarakan, namun menjadi aset kepercayaan diri seorang perempuan.
Wardah ‘Alawiyyah, salah satu delegasi santri Mansajul Ulum mengungkapkan bahwa setelah mengikuti acara ini ia belajar bahwa seorang perempuan wajib mengetahui apa yang ada dalam dirinya sehingga dapat melindungi dan membatasi dirinya dari hal-hal yang merugikan perempuan.
Reporter: Fitriyana Faila Syifa, Santri Mansajul Ulum.










