KOLOM JUMAT CLXI
Jumat, 16 Oktober 2026
Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia.[1] Walaupun menggunakan sistem pendidikan yang konservatif, lembaga ini telah berhasil memunculkan kader-kader bangsa yang berkualitas di antaranya seperti Mahfud MD. Keberhasilan ini tidak lepas dari sistem pendidikan yang menekankan aspek spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga pesantren dikenal sebagai tempat yang memegang erat nilai-nilai agama sebagai pedoman kehidupan.[2]
Pada tahun 2025, Kementerian Agama Republik Indonesia berkomitmen untuk menerapkan kurikulum Cambridge di level pendidikan formalnya. Kurikulum ini mempunyai standar yang diakui secara internasional. Ponpes Al Ikhlas di Tangerang adalah salah satu pondok pesantren yang akan menjadi pilot project dalam penerapan kurikulum ini.[3] Menurut saya, hal ini akan menjadi arah pengembangan yang positif bagi pesantren karena kurikulum ini memiliki standar internasional yang diakui global, sehingga dapat membekali para santri dengan keterampilan penting seperti penguasaan bahasa asing serta membuka peluang lebih luas untuk studi ke universitas top dunia tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan.
Menurut KBBI kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada suatu lembaga. Dr. Siti Zaenab, M.Pd. melalui bukunya Analisis Pengembangan Kurikulum Ekspektasi Guru dan Masyarakat, Teori, Partisipasi Siswa memaparkan pengertian kurikulum yang dimaknai sebagai seperangkat perencanaan pengajaran yang sistematik. Mengacu pada buku Model-Model Pembelajaran Kreatif dan Berpikir Kritis di Sekolah Dasar oleh Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Pd, disampaikan bahwa Kurikulum Cambridge adalah sebuah kurikulum yang berasal dari Inggris, melalui Kurikulum Cambridge guru juga cenderung melibatkan berbagai media pembelajaran yang menarik dan terstruktur, sehingga semakin mendukung terciptanya pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Sementara itu, disampaikan melalui laman resmi mereka, Kurikulum Cambridge atau yang dapat dikenal juga sebagai Kurikulum Internasional Cambridge merupakan sebuah kurikulum yang telah menetapkan standar global untuk pendidikan. Melalui kurikulum ini guru menggunakan pendekatan secara Internasional yang berfokus pada keterampilan penting yang dapat digunakan di masa depan.
Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa Kurikulum Cambridge adalah sebuah kurikulum atau sistem pembelajaran yang memfokuskan pada keterampilan umum yang penting serta dapat digunakan untuk bekal di masa depan. Penerapan Kurikulum Cambridge di pesantren akan menjadi terobosan baru dalam dunia pesantren serta membawa dampak positif yang signifikan jika diterapkan dengan matang. Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyatakan komitmennya meningkatkan kualitas pendidikan pesantren dengan mengembangkan madrasah berstandar Internasional. Lembaga pendidikan pesantren ditargetkan mengadopsi Kurikulum Cambridge sehingga para santri dapat memperoleh standar mutu global. Kurikulum ini akan membantu santri dalam meningkatkan kualitas diri seperti mahir berbahasa Internasional, serta membantu santri untuk studi ke universitas top dunia.
Kita sudah mengetahui bahwa terdapat 6 bahasa internasional saat ini yang diakui PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) termasuk salah satunya bahasa Inggris. Dalam Kurikulum Cambridge pembelajaran santri ditekankan pada berbahasa Inggris, sehingga hal tersebut dapat meningkatkan pemahaman santri dalam berbahasa Inggris. Sudah banyak santri yang sukses dalam beberapa perlombaan bergengsi dalam pelajaran bahasa inggris karena penerapan Kurikulum Cambridge di Pondok Pesantren. Nayla Almeira Kuswoyo santri asal Thursina IIBS (Internasional Islamic Boarding School) sukses meraih perfect score dalam ujian Cambridge Checkpoint pada mata pelajaran English as a Second Language (ESL). Selain itu, Ufil Laiatul Masruroh santri asal Pondok Pesantren Unggulan Nurul Islam Jember berhasil menyabet juara Nasional Pidato Bahasa Inggris. Melalui Kurikulum Cambridge ia mulai terlatih untuk berpikir kritis dalam merespon isu global dengan bahasa Inggris aktif. Dari beberapa contoh diatas dapat kita simpulkan bahwa penerapan Kurikulum Cambridge sangat bermanfaat dan membantu perkembangan skill atau bakat santri.
Kuliah di luar negeri merupakan impian banyak pelajar, karena pendidikan di luar negeri yang lebih tinggi, serta peluang karir global yang lebih meyakinkan membuat banyak pelajar yang memimpikannya. Dengan adanya penerapan Kurikulum Cambridge diharapkan dapat memudahkan santri dalam melanjutkan niatnya untuk studi ke luar negeri. Rafida Hanun Koirunnisa Wiyono salah satu santri IIBS (International Islamic Boarding School) ia memanfaatkan jalur Cambridge IGCSE dan A.S Level Pathway untuk mendapatkan sertifikasi internasional yang diakui global secara langsung tanpa menyertakan ijazah, ia berhasil meraih Letter Of Acceptance (LOA) dari 3 campus ternama Universitas of Toronto (Kanada), Universitas of British Columbia (Kanada), dan City University of Hongkong. Adam Putra Paradipa santri asal Al-Irsyad Satya Islamic School berhasil mendapat tawaran beasiswa dari berbagai Universitas Internasional seperti University of Cambridge (Inggris), University of College London (UCL), dan Nanyang Technological University (NTU Singapura). Penerapan sistem Cambridge di pesantren tidak hanya dirasakan saat santri masih di pesantren. Ijazah dan sertifikat internasional yang mereka dapatkan akan menjadi modal berharga untuk masa depan mereka.
Penerapan sistem Cambridge di pesantren membuka peluang besar bagi para santri untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan. Ini merupakan investasi pendidikan yang sangat berharga untuk masa depan. Dengan memadukan standar pendidikan internasional dan ilmu agama, kita bisa mencetak generasi Muslim yang kompeten di kancah global namun tetap berpegang teguh pada ajaran Islam.
Oleh: Muhammad Lizamuddin Azhar, santri Ponpes Mansajul Ulum.
[1] “Mengenal Pondok Pesantren, Lembaga Pendidikan Tertua Di Indonesia – UICI,” accessed September 29, 2025, https://uici.ac.id/mengenal-pondok-pesantren-lembaga-pendidikan-tertua-di-indonesia/.
[2] “Saat Mahfud Bernostalgia Jadi Santri Di Ponpes…,” accessed September 29, 2025, https://www.kompas.id/artikel/saat-mahfud-bernostalgia-jadi-santri-di-ponpes.
[3] Kemenag, “Menag Akan Kembangkan Pesantren Berstandar Cambridge di Tangerang,” https://kemenag.go.id, accessed September 29, 2025, https://kemenag.go.id/nasional/menag-akan-kembangkan-pesantren-berstandar-cambridge-di-tangerang-uzsGi.










