Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui RMI dan Saka Pesantren gandeng PWNU Jateng dan RMI PCNU gelar kegiatan Sambang Pesantren di Pondok Pesantren Madinatul Quran Winong, Kabupaten Pati, pada Ahad, 02 Agustus 2026, lalu.
Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah, KH. Ahmad Fadlullah Turmuzi, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bagian dari bentuk ikhtiar NU terhadap pesantren. ”Ikhtiar kami adalah agar bisa lebih dekat dengan pondok pesantren, duduk bersama mendiskusikan berbagai program, mulai dari halaqoh pengasuh, konsolidasi pengurus RMI (PCNU–PWNU), hingga pelatihan musyrif/ musyrifah, admin pesantren, madrasah diniyah ( Madin ), dan media pondok se-Kabupaten Pati,” jelasnya.
Dari enam sesi halaqah yang digelar, salah satu halaqah diisi oleh Durrotul Mahbubah, santri dari PP. Mansajul Ulum Pati. Selain sebagai santri, ia aktif sebagai anggota Media Pondok Pesantren Jawa Tengah (MPJT) sekaligus sekretaris Media Pondok Pesantren Keresidenan Muria Raya.
Ia menekankan pentingnya memahami strategi pengelolaan media pesantren bagi tim media pesantren. Selain berperan sebagai platform dakwah, media digital juga berfungsi sebagai sarana marketing dan branding pesantren. Pemilihan platform digital pesantren yang tepat harus didasari dengan kebutuhan ekosistem pesantren masing-masing.
“Tidak hanya menyebarkan konten secara masif, namun, kita sebagai kaum pesantren memiliki tugas untuk mensyiarkan nilai-nilai dan budaya yang selama ini kita miliki di pesantren ke kancah nasional bahkan dunia”, terangnya. “Dakwah pesantren tidak lagi terbatas pada lingkungan lokal. Melalui media sosial, gagasan, nilai, dan tradisi intelektual pesantren dapat menjangkau masyarakat global. Apa yang dahulu hanya bisa dijangkau oleh santri dan masyarakat sekitar pesantren, kini dapat dinikmati oleh siapa saja di seluruh penjuru dunia”, lanjutnya.
Terakhir, ia mengajak seluruh pengelola media untuk merapikan tata Kelola tim sertamengoptimalkan potensi sumber daya manusia yang ada di lingkungan pesantren.
“Mari kita atur tim media kita dengan manajemen yang baik. Gandeng sumber daya yang ada di pesantren kita masing-masing dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Oleh: Arul Efansah, Santri Mansajul Ulum










