Menu ✖

Mode Gelap

Liputan · 14 Sep 2026 12:27 WIB ·

Ngaji Buku Fahruddin Faiz: Dua Pilar Refleksi Diri Menurut Islam


 Ngaji Buku Fahruddin Faiz: Dua Pilar Refleksi Diri Menurut Islam Perbesar

Tim Perpustakaan Putri sukses mengadakan kegiatan Ngaji Buku ke-6 pada Jumat, 11 September 2026. Acara tersebut dihadiri oleh puluhan santri Pondok Pesantren Mansajul Ulum Putri dengan mengangkat buku karya Fahruddin Faiz yang berjudul Menghilang Menemukan Diri Sejati. Bertempat di ruang Perpustakaan As-salamah, acara dimoderatori oleh Nuzulina Nurul Ulya, dengan Ana Fatimatuz Zahro’ sebagai pemantik. Pembawaan materi yang relate dengan kehidupan sehari-hari membuat kegiatan berlangsung menarik dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Dalam pembahasannya, terdapat tiga perspektif utama yang menjadi ruang refleksi dalam memahami diri. Dari perspektif Hindu, pembahasan mengenalkan gagasan tentang atman sebagai konsep diri atau hakikat diri, brahman sebagai realitas tertinggi, Karmaphala sebagai buah atau hasil dari perbuatan, reinkarnasi sebagai kelahiran kembali, serta moksha sebagai pembebasan.

Sementara itu, perspektif Buddha menghadirkan gagasan Anatta, yaitu pandangan tentang tidak adanya diri yang kekal, Dukkha, yaitu penderitaan atau ketidakpuasan yang menjadi bagian dari pengalaman kehidupan, serta Nirvana/Nibbana, yang berkaitan dengan pembebasan dari dukkha dan keterikatan.

Adapun dalam perspektif Islam, pencarian dan pengenalan diri dapat dikaitkan dengan konsep nafs, muhasabah, riyadhatun-nafs atau melatih dan mendidik diri, serta tazkiyatun-nafs atau penyucian diri. Semua itu menjadi bagian dari proses pembinaan diri seorang Muslim dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt.

“Melalui berbagai perspektif tersebut, Fahruddin Faiz mengajak pembaca untuk melihat kembali pertanyaan mendasar tentang diri: siapa sebenarnya kita, apa yang menjadi tujuan hidup, dan ke mana arah kehidupan hendak dibawa,” paparnya.  Pembahasan tersebut dapat menjadi ruang refleksi dan muhasabah bagi pembaca dalam proses mengenali diri. “Terkadang, seseorang terlalu sibuk membentuk dirinya sesuai dengan harapan orang lain hingga lupa memahami dirinya sendiri”, terangnya

Kegiatan Ngaji Buku kemudian ditutup dengan pesan reflektif yang mengajak para santri untuk kembali melihat diri, bukan hanya dari penilaian manusia, tetapi juga dari arah, nilai, dan tujuan hidup yang hendak dijalani. “Aku bukan sekadar apa yang terlihat oleh orang lain, bukan pula sekadar peran, status, atau penilaian manusia. Lebih dari itu, aku perlu menemukan arah, nilai, dan tujuan hidup: bagaimana seharusnya aku membawa diri di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala,” pungkas Mbak Nafa.

Reporter: Nadia Zahrotin Nihaya, Santri Mansajul Ulum

Tulis Komentar
Artikel ini telah dibaca 92 kali

Baca Lainnya

Dari Takut Sandal Hilang sampai Susah Bangun Subuh, Musyawarah Sughra Mansajul Ulum Bahas Fikih Keseharian

27 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Beri Ruang Suara Santri, RMI PCNU dan FKPP Pati Gelar Bahtsul Masail Putri di Ponpes Mansajul Ulum

23 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Berawal dari Niat Istifadah, Vicky Oktavianto Sabet Juara Harapan 2 MQK Se-Jawa Tengah

21 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Bekali Santri Jelang Ujian Cawu II, KH. Liwauddin Najib Tekankan 3 Konsep Imam Syafi’i

21 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Gemakan Literasi Santri, Pengurus Putri Gelar Pelatihan Menulis Resensi

18 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Istiqomah Latihan Selama Satu Bulan, Tim Futsal El-Mansaj FC Sabet Juara III Turnamen Futsal MWCNU Margoyoso.

18 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Trending di Liputan