Untuk menanggapi dan mengantisipasi berbagai problem perundungan dan kekerasan yang kini sedang hangat dibicarakan, pengurus Ponpes Mansajul Ulum Putra mengadakan acara sosialisasi anti-bullying dan pelecehan seksual yang diselenggarakan pada Sabtu, 19 September 2026.
Seluruh santri tsanawiyah turut serta dalam acara sosialisasi tersebut. Untuk memaksimalkan penanganan lanjutan, pihak pengurus berkolaborasi dengan Tim SATGAS Ramah Anak. Pemaparan sosialisasi kemudian dibawakan langsung oleh ketua pengurus Ponpes Mansajul Ulum Putra bersama ketua Tim SATGAS Ramah Anak.
Muhammad Syofiyulloh, selaku ketua pengurus Ponpes Mansajul Ulum Putra menegaskan bahwa permasalahan bullying dan kekerasan seksual adalah salah satu masalah kritis yang menjadi tantangan bagi para pelajar khususnya di pondok pesantren. “Masalah ini adalah masalah yang sangat urgent, karena apabila bullying dan pelecehan masih ada di pondok, kegiatan belajar akan menjadi terhambat dan nama pesantren akan tercoreng,” jelas Syofi.
Dalam pemaparannya, Ketua Tim SATGAS Ramah Anak, Muhammad Aufa Almubarok menjelaskan bagaimana cara mengatasi problem bullying melalui penyadaran batasan bercanda dan pelaporan apabila terjadi masalah. “Kalau bercanda sewajarnya saja, jangan sampai membuat teman merasa tidak nyaman, dan jika kalian merasa tidak nyaman atau melihat temannya tidak nyaman silahkan segera mengadu kepada ketua kamar atau pengurus untuk ditindak lebih lanjut,” papar Aufa.

Dengan berakhirnya acara ini, santri diharapkan dapat memahami batasan-batasan dalam bercanda dan dapat lebih peka terhadap lingkungan dan teman-temannya untuk menciptakan iklim belajar yang aman dan nyaman.
Reporter: Muhammad Arul Efansah, Redaktur EM-YU.










