Menu ✖

Mode Gelap

Opini Santri · 20 Okt 2026 14:11 WIB ·

Santri Tingkatkan Kebersihan untuk Kemajuan Bangsa


 Santri Tingkatkan Kebersihan untuk Kemajuan Bangsa Perbesar

Apa kalian tahu seberapa banyak sampah di Indonesia? Menurut data riset dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yang ada pada tahun 2026, sampah Indonesia yang belum dikelola dengan baik terdapat 75% atau lebih dari 100 ton per hari, sedangkan pada tahun 2025 terdapat 56% atau 16,35 juta ton. Sementara itu, baru 25% atau sekitar 35 ribu ton per hari sampah yang sudah dikelola dengan baik. Artinya masih 35% sampah yang belum dikelola dengan baik. 

Banyaknya sampah di Indonesia terjadi karena beberapa faktor. Yaitu, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, seperti kebiasaan masyarakat yang sering menggunakan makanan kemasan dan pola pikir masyarakat yang selalu melimpahkan masalah sepenuhnya terhadap pemerintah. Sehingga, dengan sengaja membuang sampah sembarangan, mencampur segala jenis sampah tanpa memilah terlebih dahulu. Selain itu, sarana yang kurang memadai seperti, kurangnya memberi fasilitas tempat sampah publik, sistem pengelolaan yang lambat, serta kurangnya pengawasan juga turut mempengaruhi. 

Jika kesadaran masyarakat tentang sampah rendah, Indonesia akan berada pada fase kemunduran. Coba kita lihat dari beberapa negara maju yang ada di dunia seperti Jepang, Singapura, dan negara-negara maju lainnya, memiliki jumlah sampah yang sangat sedikit. Artinya, masyarakat di negara tersebut memiliki kesadaran akan pentingnya kebersihan. Disinilah peran santri yang mempunyai pedoman hadist “kebersihan sebagian dari iman” harus dikerahkan. 

Bagi santri kebersihan adalah suatu pilar fundamental dalam kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas kesehariannya. Setiap gerak dan langkah santri harus selalu menjaga kebersihan sekaligus kesucian. Di sini pesantren memiliki banyak peran tidak hanya terhadap keilmuan dan adab, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan. Kebiasaan tersebut bisa dimulai karena adanya peraturan yang akan membuat santri mau tidak mau tetap harus membuang sampah pada tempatnya. Lalu dengan mengapresiasi santri terbersih atau mengadakan perlombaan terhadap kamar terbersih, bisa sebagai bentuk pembelajaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Hal itu akan memancing semangat santri untuk selalu peduli dengan lingkungan.

Santri bisa memulainya dengan 3R, Rause, Reduce, Recycle, yaitu, pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah. Lalu dapat menyediakan tempat sampah yang mempunyai tanda agar mudah untuk  membedakan sampah-sampah tersebut agar lebih mudah dikelola lebih lanjut. Dapat juga memanfaatkan sampah-sampah organik yang dibuat menjadi pupuk kompos, atau dapat membudidayakan maggot sebagai makanan ikan lele, ayam, bebek dan lain-lain. Dapat juga memanfaatkan sampah anorganik menjadi barang yang kembali bisa digunakan. Hal tersebut juga melatih kekreatifan santri. 

Kebersihan bisa dikaitkan dengan hadist nabi yang menjelaskan bahwa kebersihan sebagian dari iman, yang juga diperintahkan Allah untuk tidak berbuat kerusakan pada (QS.Al-Qashash, ayat 77) 

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ ۝٧٧ 

Artinya: berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. 

Wajibnya menjaga lingkungan juga dijelaskan di Al-Quran (QS.Al-A’raf,ayat 56) 

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًا ۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ ۝٥٦ 

Artinya: “dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah ( diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan”.  

Selain itu kebersihan juga membantu kemajuan Indonesia untuk mewujudkan Indonesia emas. Sebagaimana dilansir dari Halodoc Menurunnya kebersihan di lingkungan mengakibatkan turunnya IQ dan kesehatan masyarakat, sedangkan perkiraan Indonesia emas itu bisa diraih setelah adanya fenomena Bonus demografi (meningkatnya jumlah penduduk yang berada di usia produktif) maka kita harus menjaga dan mengajarkan sejak dini pentingnya kebersihan. Jika kebersihan menurun maka banyak penyakit yang tersebar.

Jadi, santri tidak hanya mengaji tapi juga membantu kemajuan bangsa dengan menjaga kesucian, sekaligus kebersihannya, karena kebersihan itu sangat berpengaruh sekali dalam masa depan bangsa. Terkadang orang luar menilai santri sebagai anak yang kumuh, kotor, dan tidak menjaga kebersihan, padahal itu bukan kenyataan yang mereka lihat. Mari kita buktikan jika santri itu bersih dan mampu mewujudkan Indonesia emas dengan cara kita sendiri.

Penulis: Arina Imamatur Rahmah, Santri Mansajul Ulum

Tulis Komentar
Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Degradasi Moral Santri

13 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Di Balik Kesunahan Mengangkat Tangan Ketika Berdoa

6 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Keunggulan Sistem Bandongan dan Sorogan di Pesantren

29 September 2026 - 14:45 WIB

Diabetes Melitus: Mulai Merampas Keceriaan Masa Kecil

22 September 2026 - 14:21 WIB

Comfort Zone: Efek dan Solusi Mengatasinya

15 September 2026 - 12:37 WIB

Mengenal Lebih Dalam Kesehatan Mental

8 September 2026 - 14:09 WIB

Trending di Opini Santri