Menu ✖

Mode Gelap

Opini Santri · 27 Okt 2026 11:32 WIB ·

Dampak Digitalisasi terhadap Pesantren


 Dampak Digitalisasi terhadap Pesantren Perbesar

Pada era modern, hampir tidak mungkin bagi kita untuk menghindari digitalisasi. Perkembangan ini sebenarnya dapat menghasilkan dampak positif dalam berbagai bidang, tetapi juga dapat menghasilkan dampak negatif apabila tidak diregulasi dengan baik. Salah satu dampak positif digitalisasi yang berada dalam segi pendidikan adalah melimpahnya akses pembelajaran. Saat ini dapat kita lihat beberapa sekolah sudah mulai menggunakan buku-buku yang disertai kode QR. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan siswa mengakses dan mendalami suatu materi. Sebagai contohnya adalah Madrasah Salafiyah Kajen yang sudah secara aktif menggunakan buku-buku semacam itu.

Selain sekolah formal, digitalisasi juga mulai menjamah di lingkungan pesantren. Di pesantren, fasilitas penunjang pembelajaran berbentuk digital seperti tablet, laptop, hingga komputer sudah mulai lumrah ditemukan. Hal tersebut ditujukan untuk mempermudah pembelajaran para santri dalam keterampilan digital seperti visual editing, mengoperasikan situs web hingga mengelola media sosial pondok. Keberadaan digital di pesantren tentu bagus bagi para santri agar mereka tidak gagap teknologi dan ketinggalan zaman.

Tidak hanya untuk keterampilan teknis, digitalisasi juga dapat digunakan untuk membantu santri dalam belajar. Santri dapat menggunakan situs web perpustakaan kitab seperti Maktabah Syamilah atau Turath untuk mencari rujukan dalam bahtsul masa’il. Digitalisasi juga dapat digunakan santri untuk mengakses pembelajaran yang sulit ditemukan di pesantren seperti ekonomi, psikologi dan lain-lain.

Meskipun demikian, digitalisasi juga dapat membawa dampak negatif bagi perkembangan pendidikan di pesantren. Hal ini dapat terjadi ketika fasilitas digital tidak diregulasi dengan baik dengan cara memberikan kontrol dan pengawasan dalam penggunaannya. Sebagai contoh, beberapa pesantren saat ini sudah melegalkan para santri untuk membawa gawai yang pada dasarnya merupakan alat yang sangat baik untuk menunjang pembelajaran. Namun, yang menjadi permasalahan adalah ketika kurangnya kontrol dan pengawasan, para santri menjadi kurang memperhatikan hal yang lebih penting dan lebih cenderung menggunakan gawai sebagai sarana hiburan. Hal tersebut dapat memperbesar kemungkinan penurunan minat mereka dalam belajar dan mengikuti kegiatan di pesantren.

Persoalan ini penting untuk diperhatikan karena dapat mengaburkan jati diri seorang santri yang memiliki kewajiban untuk belajar. Maka dari itu, penting bagi pesantren untuk mengedepankan keutamaan pembelajaran agama dan nilai-nilai tradisional yang telah ada dengan disertai sikap terbuka terhadap modernitas dan perkembangan digital. Keterbukaan tersebut juga harus disertai dengan pengontrolan, pengawasan, dan peraturan dari pihak pesantren terhadap penggunaan teknologi digital. Dengan begitu, modernisasi digital diharapkan dapat membawa manfaat tanpa menghilangkan nilai-nilai agama yang telah menjadi ciri khas pesantren.

Secara keseluruhan, perkembangan digital membawa dampak positif bagi pesantren khususnya dalam pembelajaran para santri. Semoga pembahasan ini dapat menjadi pengingat dan pembelajaran bagi kita tentang pentingnya mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai dan keutamaan dari suatu hal. Perkembangan zaman seharusnya bukan menjadi alasan untuk meninggalkan jati diri santri. Begitu juga dengan pesantren, modernisasi seharusnya dapat menjadi jalan untuk semakin berkembang dengan tetap mempertahankan tujuan dan nilai-nilai yang telah menjadi dasar dari pesantren itu sendiri.

Oleh: Fawaaz Burhanuddin, Santri PP. Mansajul Ulum. 

Tulis Komentar
Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Santri Tingkatkan Kebersihan untuk Kemajuan Bangsa

20 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Degradasi Moral Santri

13 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Di Balik Kesunahan Mengangkat Tangan Ketika Berdoa

6 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Keunggulan Sistem Bandongan dan Sorogan di Pesantren

29 September 2026 - 14:45 WIB

Diabetes Melitus: Mulai Merampas Keceriaan Masa Kecil

22 September 2026 - 14:21 WIB

Comfort Zone: Efek dan Solusi Mengatasinya

15 September 2026 - 12:37 WIB

Trending di Opini Santri