Tim pustakawan As-Salamah putri kembali hadirkan pojok sastra yang ke-7 pada Jum’at, 18 September 2026. Kegiatan kali ini mengusung tema “Stop Bullying! Rangkul Perbedaan, Hentikan Perundungan!” yang ditampilkan melalui drama pendek. Pengambilan tema tersebut bertujuan untuk mengajarkan para santri agar tidak melakukan perundungan di manapun mereka berada terutama di lingkungan sekolah atau pesantren. Meski Pojok sastra kali ini ditargetkan untuk santri tingkat Tsanawiyah, namun acara ini juga dihadiri pula oleh santri tingkat Aliyah dan Pasca Aliyah dengan antusias.
Pojok sastra menjadi salah satu program menarik, karena dapat melatih mental, public speaking dan kemampuan berkreasi santri. “Program ini juga menguatkan budaya literasi di Mansajul Ulum dan mengenalkan berbagai sastra melalui penampilan-penampilan yang kreatif,” ucap Putri Nadilla, selaku Kepala Perpustakaaan As-Salamah.

Acara yang dilakukan sebulan sekali ini merupakan momen yang banyak ditunggu sekaligus menggugahh antusiasme santri. Keantusiasan dan kemeriahan para santri sangat terasa sepanjang acara. Dengan peran yang begitu menjiwai, para tokoh berhasil menampilkan drama perundungan anak-anak sekolah dan menyampaikan pesan yang menyentuh hati para penonton. Drama ini mengajarkan bahwa merendahkan orang lain tidak membuat seseorang menjadi lebih tinggi. “Kalian bisa saling melengkapi. Yang kaya membantu yang miskin, yang sudah bisa membantu yang belum bisa,” ujar Arina yang berperan sebagai guru dalam drama tersebut.
Dengan adanya kegiatan bermain peran seperti ini, para santri diharapkan memiliki kesadaran akan pentingnya menjauhi perilaku buruk tersebut, termasuk tidak menjadi korban dan menjadi pelaku perundungan pada orang lain. “Harapannya, santri menjadi lebih sadar untuk tidak melakukan perundungan dan berteman tanpa memilih milih,” ujar Putri Nadilla.
Reporter: Lanal Barokatus Tsalitsah, Santri Mansajul Ulum.










