Menu ✖

Mode Gelap

Liputan · 26 Sep 2026 17:23 WIB ·

Pojok Sastra: Usung Pesan Peduli Sesama


 Pojok Sastra: Usung Pesan Peduli Sesama Perbesar

Perpustakaan As-Salamah kembali gelar pojok sastra, pada malam kamis, 24 September 2026. Pojok sastra merupakan kegiatan rutin bulanan yang diadakan untuk melatih mental santri sekaligus mengembangkan kreativitas santri di bidang seni. Dengan mengusung tema “Stop Bullying: Jangan Suka Menyalahkan Orang Lain” Tim perpus berhasil mengemas kegiatan ini dengan sangat menarik  mulai dari deklamasi puisi hingga pembacaan monolog.

Deklamasi yang dibawakan oleh Irvanu Muzakki dan Nur Kholis mampu membius para penonton melalui penyampaiannya yang memukau. Sementara pembacaan monolog dari Muhammad Alif dan Khoirus Sajid berhasil ditampilkan dengan pembawaan yang menyentuh hati. Penampilan pertama menceritakan seseorang santri yang selalu tidak dihargai cita-citanya di rumah, sehingga ia menganggap rumah sebagai rumah duka. Penampilan kedua menceritakan tentang perjalanan seorang santri untuk meraih cita-citanya menjadi penulis tetapi dibulliy oleh temannya.

Menurut Muhammad Alif selaku pemeran sekaligus penyelenggara acara mengaku bahwa acara ini digelar untuk mengingatkan teman-teman santri agar memiliki kepedulian kepada orang lain. “Tema ini saya buat karena untuk memberikan kesadaran pada santri agar tidak suka menyalahkan orang lain sekaligus pentingnya memiliki rasa kepedulian kepada sesama santri”, paparnya.

Pesan moral dan kesan positif juga turut disampaikan oleh Azzam, salah satu penonton. Setelah melihat performance  pojok sastra dari teman-teman santri, ia mengaku merasa terdorong untuk terus berjuang meskipun tanpa dukungan orang tua. “Kunci utamanya adalah memberikan pembuktian nyata saat sukses kelak, yang nantinya bisa dijadikan hikmah dan pembelajaran bagi perjuangan orang lain”, ungkapnya.

Selain melatih keberanian unjuk diri, kegiatan tersebut menjadi panggung keakraban antar santri dari seluruh jenjang. Sekaligus upaya menjalin persahabatan dengan menghentikan aksi perundungan atau hinaan, karena sesama santri membutuhkan dorongan positif dan saling mendukung.

Reporter: Abdullah Najih, Santri Mansajul Ulum

Tulis Komentar
Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Pojok Sastra: Rangkul Perbedaan, Hentikan Perundungan

21 September 2026 - 08:12 WIB

Cegah Perundungan dan Pelecehan Seksual, Pengurus Pondok dan Tim SATGAS Adakan Sosialisasi Anti Bullying

20 September 2026 - 15:15 WIB

Upgrading Redaksi EM-YU: Pertajam Keterampilan Menulis Argumentatif

17 September 2026 - 13:31 WIB

Ngaji Buku Fahruddin Faiz: Dua Pilar Refleksi Diri Menurut Islam

14 September 2026 - 12:27 WIB

Bedah Polemik Poligami Lewat Tafsir Rawai’ul Bayan

6 September 2026 - 10:30 WIB

Ngaji Buku Edisi 5 : Bedah Novel “Janji” Tereliye

30 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Trending di Liputan