Menu ✖

Mode Gelap

Liputan · 27 Okt 2026 08:33 WIB ·

Dari Takut Sandal Hilang sampai Susah Bangun Subuh, Musyawarah Sughra Mansajul Ulum Bahas Fikih Keseharian


 Dari Takut Sandal Hilang sampai Susah Bangun Subuh, Musyawarah Sughra Mansajul Ulum Bahas Fikih Keseharian Perbesar

Persoalan ghasab dan sulitnya membangunkan santri saat subuh adalah dua permasalahan yang sering ditemui di pesantren. Hal ini mendorong Tim Bahtsul Masail (TBM) Pondok Pesantren Mansajul Ulum mengulas problem tersebut dalam kacamata fikih pada Musyawarah Sughra, Kamis, 22 Oktober 2026.

Dua topik ini dipilih pengasuh dari sejumlah persoalan yang sebelumnya dirumuskan oleh Ustaz Aufa Al-Mubarok dan Ustaz Moh. Fackri Basri. Dalam musyawarah tersebut, pembahasan pertama menyoroti kasus seorang santri yang tidak menaruh sandal di rak karena takut digunakan orang lain tanpa izin. Sehingga muncul konsep kezaliman serta pertimbangan dharar dan mafsadah apabila suatu aturan dinilai berpotensi menimbulkan kerugian. Adapun pembahasan kedua, sejumlah pandangan mempertimbangkan kondisi seseorang yang sulit dibangunkan, kemampuan seseorang dalam membangunkan sesama, dan batas tanggung jawab dalam menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar.

Kedua persoalan tersebut menjadi bahan kajian bagi 12 delegasi marhalah Wustho-Ulya  untuk menelaah permasalahan sehari-hari melalui perspektif fikih dan referensi turats. Dengan demikian, forum musyawarah menjadi ruang bagi santri untuk memperdalam pemahaman sekaligus melatih kemampuan menghubungkan rujukan kitab dengan persoalan yang dikaji.

Musyawarah yang dimoderatori Vicky Oktavianto tersebut dihelat di musala PP. Mansajul Ulum mulai pukul 20.00 WIB. Saiful Khodam selaku ketua panitia berharap santri tidak hanya memahami referensi turats, tetapi juga mampu mengkaji dan menerapkannya dalam menjawab persoalan. “Tujuan diadakannya acara ini adalah sebagai forum diskusi pengembangan pengetahuan santri serta melatih pemecahan masalah,” ungkapnya.

Aslahul Minan, salah satu peserta musyawarah, menyampaikan apresiasinya kepada panitia. “Terima kasih kepada teman-teman panitia yang telah mengadakan acara musyawarah ini. Melalui forum ini, kita dapat menambah keilmuan dan pemahaman tentang bagaimana cara menerapkan ibarah yang telah kita dapatkan,” ucapnya.

Rangkaian Musyawarah Sughra kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Liwauddin Najib selaku musahih.

Reporter: M. Hanuun Adrian, Redaktur EM-YU

Tulis Komentar
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Beri Ruang Suara Santri, RMI PCNU dan FKPP Pati Gelar Bahtsul Masail Putri di Ponpes Mansajul Ulum

23 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Berawal dari Niat Istifadah, Vicky Oktavianto Sabet Juara Harapan 2 MQK Se-Jawa Tengah

21 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Bekali Santri Jelang Ujian Cawu II, KH. Liwauddin Najib Tekankan 3 Konsep Imam Syafi’i

21 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Gemakan Literasi Santri, Pengurus Putri Gelar Pelatihan Menulis Resensi

18 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Istiqomah Latihan Selama Satu Bulan, Tim Futsal El-Mansaj FC Sabet Juara III Turnamen Futsal MWCNU Margoyoso.

18 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Kritisi Soal Anggaran, Santri Putri Antusias Kawal Transparansi Sidang Evaluasi Pengurus

12 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Trending di Liputan