Menu ✖

Mode Gelap

Liputan · 18 Agu 2026 14:43 WIB ·

Counter Narasi Negatif, Mansajul Ulum Latih Penulis Muda


 Counter Narasi Negatif, Mansajul Ulum Latih Penulis Muda Perbesar

Tingginya pemberitaan negative tentang pesantren akhir-akhir ini memantik Pesantren Mansajul Ulum untuk mengkader santri penulis melalui Pelatihan Menulis Opini. Pelatihan yang digelar pada Jum’at, 14 Agustus 2026 ini dijadikan sebagai bentuk kontra narasi negatif yang melanda pondok pesantren akhir-akhir ini. “Tujuan dari pelatihan ini sebenarnya memang untuk meningkatkan skill menulis para santri, tapi dibalik itu ada niatan untuk meng-counter opini-opini publik yang kurang tepat terhadap pesantren, caranya adalah dengan meningkatkan kualitas plus kuantitas dari opini itu.” Ungkap Ahmad Ainun Niam, redaktur Em-Yu.

Hal serupa juga diungkapkan oleh narasumber, Dr. Sahal Mahfudz, MA. Menurutnya, santri sebenarnya sudah memiliki bekal ilmu yang banyak dan unik sebagai model angle langka dari insider yang dibutuhkan oleh publik saat ini. “Santri itu sudah memiliki perbendaharaan keilmuan yang banyak; tafsir, fiqh, hadist dan lain-lain. Itu adalah model angle yang langka dan dibutuhkan publik saat ini.” Tambahnya.

Sayangnya, modal besar yang dimiliki pesantren itu belum banyak dimaksimalkan oleh pesantren sendiri untuk menyampaikan gagasan besarnya kepada dunia luar. Sehingga khalayak luar kurang mengenal kehebatan dan kedalaman warisan ilmu yang dimiliki pesantren. Karena tradisi literasinya masih cukup rendah.

Keprihatinan itu juga disinggung oleh Bapak Sahal. “Jumlah santri di Indonesia sangat banyak sekali, tapi masih sangat sangat sedikit santri yang mengeluarkan gagasannya keluar,  maka dari itu, opini para santri harus ditingkatan sebagai bentuk kontra narasi dari outsider (orang non-pesantren).” Ungkap beliau.

Pelatihan yang diikuti oleh 20-an santri yang lulus selesksi penjaringan itu juga mendapatkan motivasi dari pembantu pengasuh, Ustadz Fakhri Bashri. Dalam sambutannya ia mengajak para peserta untuk berani mengungkapkan gagasan dan mengeluarkan bakat terpendam mereka. “Kalau kita mau berpikir kembali, coba lihatlah ujung jari kalian, di situ tersimpan bakat yang sangat luar biasa, maka jangan simpan bakat itu, tapi keluarkan dan ungkapkan dengan cara menulis.” Tutur Ust. Mohammad Fackri Bashri.

Dalam sehari itu para peserta langsung diajak untuk praktek membuat opini secara berkelompok. Seleai pelatihan mereka akan didampingi oleh Redaksi Em-Yu dan dimasukkan dalam klub santri penulis.

Reporter: Muhammad Arul Efansah, Redaktur EM-YU

Tulis Komentar
Artikel ini telah dibaca 208 kali

Baca Lainnya

Dari Takut Sandal Hilang sampai Susah Bangun Subuh, Musyawarah Sughra Mansajul Ulum Bahas Fikih Keseharian

27 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Beri Ruang Suara Santri, RMI PCNU dan FKPP Pati Gelar Bahtsul Masail Putri di Ponpes Mansajul Ulum

23 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Berawal dari Niat Istifadah, Vicky Oktavianto Sabet Juara Harapan 2 MQK Se-Jawa Tengah

21 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Bekali Santri Jelang Ujian Cawu II, KH. Liwauddin Najib Tekankan 3 Konsep Imam Syafi’i

21 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Gemakan Literasi Santri, Pengurus Putri Gelar Pelatihan Menulis Resensi

18 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Istiqomah Latihan Selama Satu Bulan, Tim Futsal El-Mansaj FC Sabet Juara III Turnamen Futsal MWCNU Margoyoso.

18 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Trending di Liputan