Ma’had Aly Darul Mushlihin, Kendal, Jawa Tengah, melakukan studi banding ke Pesantren Mansajul Ulum, Pati. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas kurikulum dan jaringan kelembagaan. Dr. KH. Ahmadi Usmani, Ketua Yayasan Darul Mushlihin, mengungkapkan dalam sambutannya bahwa upaya peningkatan itu dilakukan secara rutin melalui kegiatan Rihlah Ilmiah ke berbagai pesantren dan perguruan tinggi setiap semester. Tujuannya agar para guru dan santri memiliki wawasan kepesantrenan yang beragam serta pembenahan kurikulum secara lebih kontekstual dan adaptif.
Kunjungan yang berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026 itu diterima oleh Pengasuh Pesantren Mansajul Ulum dan Ketua Yayasan di gedung BLK. Acara yang bertajuk “Rihlah Ilmiah” tersebut berkembang menjadi forum diskusi yang hangat antar pengasuh dan pengurus. Forum ini tidak hanya membuka dialog dengan pengasuh pesantren, namun juga memberi kesempatan antar pengurus untuk saling berdiskusi dan tukar pengalaman secara terbuka terkait sistem pendidikan dan program kerja di pondok masing-masing
Kehangantan diskusi tersebut diakui oleh salah satu mahasantri senior Ma’had Aly Daarul Mushlihin, Ahmad Hudaiby. Ia merasa sangat bahagia dapat berdiskusi langsung dengan pengasuh dan pengurus Ponpes Mansajul ulum. “Sangat luar biasa, karena biasanya kita hanya berdiskusi dengan para pengasuh saja. Tapi kali ini kita juga berdiskusi dengan para pengurus. Dari visi, misi dan program yang disampaikan pengasuh dan pengurus juga keren banget,” ujar Hudaiby.
Dalam mengenalkan kelembagaan, pengasuh ponpes Mansajul Ulum, KH. Muhammad Liwauddin menjelaskan sejarah berdiri dan profil pendiri ponpes Mansajul Ulum. Beliau juga menegaskan visi dan misi pesantren yang berorientasi pada penguatan turats klasik sebagai pondasi tafaqquh fid din. Visi dan misi itulah yang diterapkan dalam sistem pendidikan di Madrasah Diniyah Mansajul Ulum. “Di pondok Mansajul Ulum, kita lebih menekankan penguatan di level akar. Karena untuk mengembangkan santri lebih maju kita perlu menguatkan pondasi keilmuan turats mereka terlebih dahulu”, papar Kiai Liwauddin.

Selain visi, Ibu Nyai Umdah juga menambahkan penjelasan tentang pentingnya membangun budaya literasi di pesantren. Dengan kesadaran itulah, Mansajul Ulum terus membangkitkan dan mengasah budaya membaca serta menulis para santri melalui pelatihan dan pendampingan, serta penyediaan sarana prasarana yang memadai, seperti Perpustakaan dan Website pesantren untuk memfasilitasi mereka.
Kunjugan yang berlangsung hingga pukul 23.00 itu juga melibatkan Kepala Madrasah Diniyah, Ketua Perpustakaan Assalamah, Redaktur Em-Yu, dan sebagian Pengurus Pesantren Putra/Putri. Mereka diminta untuk memberikan penjelasan lebih detail tentang program di masing-masing bagian sesuai pertanyaan para penanya.
Reporter: Vicky Oktavianto, Redaktur Em-Yu.










