Mengawali kegiatan pasca-libur Idul Fitri, Pondok Pesantren Mansajul Ulum Putri menggelar acara halalbihalal internal bersama pengasuh pada Selasa, 31 Maret 2026. Bertempat di aula utama pondok putri, acara ini dihadiri oleh pengasuh, dewan ustazah Madrasah Diniyah (Madin), serta seluruh santriwati yang telah kembali ke pondok sejak sehari sebelumnya.
Ketua Pondok Pesantren Mansajul Ulum Putri, Latifah Umi Fadilah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi halalbihalal merupakan momentum krusial untuk memperbaiki kerenggangan sosial. Menurutnya, interaksi sehari-hari di lingkungan pesantren tidak luput dari kekhilafan, sehingga diperlukan keterbukaan hati untuk saling memaafkan. “Karena sejatinya hidup berdampingan itu tidak terlepas dari salah dan khilaf. Sehinggaa pada kesempatan ini kita bisa membuka hati untuk saling memaafkan,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh, Ibu Nyai Umdah El Baroroh menyampaikan apresiasi kepada para santri dan juga wali santri yang telah berhasil menerapkan kedisiplinan dan ketaatan terhadap peraturan pondok. “Saya sangat bersyukur dan mengapresiasi kalian semua karena ketaatan kalian terhadap peraturan pondok, termasuk wali santri. Dengan sebab ketaatan kalian terhadap peraturan pondok, semoga bisa menjadi wasilah mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” ungkapnya.
Beliau juga sangat mengapresiasi atas pencapaian para santri yang memiliki semangat tinggi dalam belajar. Namun di sisi lain, beliau memberikan catatan kritis terkait rendahnya minat berkhidmah santri saat ini. ” Tidak cukup ta’allum saja, tetapi khidmahnya nol. Poin kedua ini tidak ada yang paham kecuali pesantren. Ini yang harus kalian perhatikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa keberkahan ilmu bisa diraih dengan ridho guru. Ridho tersebut hanya bisa diraih dengan khidmah yang disertai dengan keikhlasan hati. “Ketika berkhidmah harus dilandasi dengan ikhlas. Dengan adanya keikhlasan, maka bisa mendatangkan guru itu ridho. Oleh karena itu, momen halalbihalal ini kita jadikan ajang tadharru’ untuk selalu mengerti bahwa kita punya salah terhadap guru-guru kita,” pungkasnya.
Acara yang dipandu oleh Safrina Azzahira tersebut ditutup dengan mushafahah seluruh santri dengan khidmat diiringi sholawat yang dilantunkan seluruh santri.
Reporter: Dyasahrin Khaszahra, Redaktur EM-YU










