Pondok pesantren Mansajul Ulum putra kedatangan ibu Dian Sasmita, salah satu komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada jumat, 08 Mei 2026. Kunjungan tersebut berlangsung di Mansajul Ulum komplek 2 dan dihadiri oleh seluruh santri tsanawiyah Mansajul Ulum putra. Dalam kunjungan tersebut Ibu Dian Sasmita membedah secara mendalam terkait berbagai bahaya yang kerap mengincar anak di bawah umur dan upaya anak untuk menjadi lebih baik secara mental dan fisik.
Anak anak sering kali menjadi korban dari kriminal yang menggunakan akun game anonim lalu berpura-pura menjadi teman seumuran kemudian menculiknya atau menipunya dengan dengan sedikit iming-iming. Anak-anak juga sering menjadi pecandu judol lewat maraknya iklan yang bertebaran di internet, mulai dari salah pencet lalu mencoba sedikit dan menjadi kecanduan. “Lewat dunia digital, celah untuk kejahatan terhadap remaja semakin lebar. Akun game yang berkedok penculikan, judi online yang mencapai 80.000 pelanggan, dan pornografi yang merusak amigdala remaja.” jelas Ibu Dian
Setelah mengetahui bahaya yang mengintai, para santri diberikan edukasi untuk menjadi lebih waspada terhadap kejahatan dengan cara mengenali diri sendiri bahwa haknya dibatasi semata-mata demi keamanan. Anak juga dianjurkan untuk menjaga diri sendiri dan orang lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Ibu Dian juga mengungkapkan bahwa agar anak dapat memfilter efek negatif internet adalah dengan cara memastikannya mendapat lingkungan keluarga dan pendidikan yang baik. “Agar anak dapat memfilter diri dari konten-konten negatif itu memerlukan proses yang panjang. Selain itu, lingkungan keluarga juga harus memastikan anak mendapat kasih sayang yang baik dan lingkungan pendidikan juga harus menciptakan suasana sosial yang baik, tanpa kekerasan dan tindak sosial negatif lainnya”, ungkapnya.
Reporter: M. Arul Efansah, Redaktur EM-YU










