Dalam rangka memperingati Haul Syekh Ahmad Mutamakkin, Pondok Pesantren Mansajul Ulum kembali menggelar acara sholawatan bersama Habib Syauqi bil Faqih dari Pati dan Habib Husein bin Taufiq al Kaff dari Jepara ini pada Jum’at, 26 Juni 2026. Acara tersebut digelar di sebelah barat kediaman pengasuh yang akan diproyeksikan menjadi gedung Madrasah Diniyah.
Acara tersebut berlangsung pada pukul 20.00 hingga pukul 22.30 WIB dengan berbagai rangkaian acara. Dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci al Qur’an, dan dilanjutkan tahlil yang dipimpin oleh Kh. Syakroni Fathoni, kemudian disusul dengan sambutan-sambutan mulai dari Perwakilan Pengurus, Kepala Desa, dan yang terakhir sambutan sekaligus mauizah hasanah oleh Pengasuh PP. Mansajul Ulum KH. Liwauddin M.Pd.
Dalam sambutan pembuka, Ustaz Fackri Bashri perwakilan dari pengurus pondok menyampaikan pentingnya memiliki rasa cinta kepada para ulama’. “Cinta itu ada alasannya, tetapi bagi kami memandang para Habaib dan para masyayikh itu lebih cukup untuk menghadirkan kami ke Surga. Malam kali ini kita berselawat dengan memandang wajah habib penuh Cinta yang tanpa tapi dan rindu yang tanpa henti. Dan kami berharap kita semua mengikuti acara kali ini dengan khusyu’, ikhlas dan doa bersama semoga kita semua terhindar dari fitnah”.
Apresiasi tinggi juga datang dari pihak pemerintah desa setempat. Kepala Desa Cebolek, Bapak Susanto, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kerja keras para panitia, santri, serta masyarakat Cebolek kidul yang telah ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Ia berharap agenda tahunan ini membawa keberkahan dan rasa aman bagi seluruh warga desa.
Sementara itu, Pengasuh Mansajul Ulum KH. Liwauddin, M.Pd dalam mauizahnya juga menekankan pentingnya masyarakat untuk merapatkan barisan kepada orang-orang saleh baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Beliau mengutip sebuah hadits Nabi yang termaktub dalam kitab Faidhul Qodir yang menjelaskan bahwa keberadaan satu orang yang saleh di suatu wilayah dapat menjadi wasilah untuk menolak marabahaya bagi 100 rumah sekelilingnya. “Yang dimaksud 100 itu bukan ukuran jumlah yg baku, tetapi bisa lebih banyak tergantung kesalehan seseorang”.

Terakhir, beliau memberikan wejangan untuk para santri agar tetap menjaga akhlak dan mengamalkan ilmu yang telah didapat dari pesantren. “Ketika sudah liburan dan pulang ke rumah masing-masing para santri diharapkan menjaga dan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari di pondok”, pungkasnya.
Reporter: Fika Nurun Tajalla, Santri Mansajul Ulum










