Pada Sabtu, 18 April 2026, PP. Mansajul Ulum menggelar haflah muwaddaah kelas tiga ulya Madrasah Diniyyah Mansajul Ulum dan kelas tiga aliyah. acara tersebut juga bertepatan dengan momentum haul KH. Abdulloh Rifa’i yang ke-23.
Acara tersebut berlangsung di halaman Pondok Putra Mansajul Ulum dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarat, mulai dari santri kelas tiga ulya dan tiga aliyah sebagai pemilik acar, para tokoh agama, para wali santri, para delegasi madin Mansajul Ulum dan para delegasi pondok sekitar.
Pada sesi mauidhoh hasanah, KH. Ahmad Nadhif Abdul Mujib memberi wejangan kepada para santri untuk siap menderita jika ingin mencapai keberhasilan dalam mencari ilmu ataupun yang lain. “Jadi santri itu harus siap menderita, WC antri, tidur tanpa alas, dan lain-lain. Biarkan mereka menderita karena orang hebat lahir dari orang yang menderita.” Tutur beliau.
Selain itu, beliau juga menyinggung para wali santri karena sikap mereka yang tidak tega ketika anaknya hidup sangat sederhana padahal kesederhanaan itulah yang membuat mereka menjadi pribadi yang kuat. “Kemunduran pendidikan pesantren juga melibatkan para wali santri, zaman sekarang orang tua tidak tegaan ketika melihat anaknya sedikit menderita karena didikan pesantren yang mengajarkan kesederhanaan.” tambah beliau.
Beliau juga mengungkapkan bahwa Mansajul Ulum adalah tempat yang memiliki akar keilmuan yang asli dan otentik, “Alhamdulillah Mansajul Ulum berkomitmen dalam mendidik santri santrinya, maka dari itu tadi saya bilang jika tidak berlebihan bahwa Mansajul Ulum merupakan Baitun Ilmiyyun Ashil, rumah ilmu yang asli.” Ungkap beliau
Pada intinya, kesuksesan seorang anak ditentukan oleh kesiapan dirinya dan orang tuanya dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Dibalik orang besar pasti terdapat perjuangan dan penderitaan yang juga besar.
Reporter: M. Arul Efansah, Redaktur EM-YU










