Menu

Mode Gelap

Liputan · 21 Apr 2026 10:29 WIB ·

Pembukaan Madin Mansajul Ulum: Tekan Stagnasi dengan Kebijakan Hafalan Alfiyah


 Pembukaan Madin Mansajul Ulum: Tekan Stagnasi dengan Kebijakan Hafalan Alfiyah Perbesar

Madrasah Diniyah Mansajul Ulum resmi memulai kalender akademik tahun ajaran 1447/1448 H dengan membawa gebrakan baru. Momentum ini  dilakukan usai peringatan Haul KH. Abdullah Rifai yang diselenggarakan bersamaan dengan wisuda santri kelas 3 Aliyah dan marhalah 3 Ulya pada Sabtu, 18 April 2026, lalu.

Kegiatan dimulai dengan pengarahan sekaligus pembukaan kegiatan belajar mengajar Madin Mansajul Ulum. Meski secara administratif KBM dijadwalkan mulai senin, 20 April 2026 yang bertepatan dengan 1 Dzulqo’dah 1447 H.

Tahun ajaran ini menandai transformasi kurikulum yang signifikan, khususnya bagi jenjang Marhalah Ulya. Pihak madin kini mewajibkan santri untuk menghafal kitab legendaris Alfiyah Ibnu Malik. Skema hafalan dari total 1002 bait tersebut dibagi ke dalam tiga tahapan. Kebijakan ini menjadi pelengkap dari regulasi sebelumnya yang telah mewajibkan hafalan Nadzom Al-Imrithi bagi santri Marhalah Wustho.

Kepala Madin, Ustaz Fackri Bashri menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan lembaga terus bergerak dinamis. “ Lembaga itu tidak boleh stagnan dan harus ada perkembangan”, ungkapnya saat memberikan sambutan. Meski bertujuan meningkatkan kualitas keilmuan, kebijakan baru ini memicu beragam respons dari kalangan santri, mengingat sebelumnya beban hafalan belum menjadi kewajiban formal di jenjang tersebut.

Menanggapi hal tersebut, KH. Muhammad Liwa’uddin Najib dalam mauidzohnya memberikan penguatan spiritual dan mental. Beliau menekankan bahwa kesulitan (masyaqqoh) adalah bagian tak terpisahkan dari proses menuntut ilmu.“Justru kesempatan menghafal itu menjadi barometer kekuatan kita dan dapat mendukung proses belajar. Hafalan itu bukan sekadar kewajiban, melainkan keharusan (kebutuhan) yang harus kita lakukan sebagai penuntut ilmu,” tegas beliau.

Acara pembukaan tersebut ditutup dengan sesi halalbihalal antara santri dan jajaran asatidz. Momen saling memaafkan ini diharapkan dapat menyucikan hati dan mempererat silaturahmi sebelum seluruh elemen madrasah berjibaku dengan rutinitas akademik yang baru.

Reporter : Dyasahrin Khaszahra, Redaktur EM-YU

Tulis Komentar
Artikel ini telah dibaca 58 kali

Baca Lainnya

Kawal Syiar Digital, Tim Redaksi dan Media Em-Yu Ikuti Temu Media Pesantren se-Jateng di Semarang.

17 Mei 2026 - 09:04 WIB

Kunjungan Komisioner KPAI, Edukasi Santri Cara Proteksi Diri dari Bahaya Internet

10 Mei 2026 - 16:25 WIB

Pelantikan Pengurus: Kuatkan Kerjasama Antar Pengurus Baru

5 Mei 2026 - 15:15 WIB

Sidang LPJ Dipersingkat, Upaya Efisiensi Waktu di Tengah Antusiasme Santri

29 April 2026 - 13:19 WIB

Seminar Etika Komunikasi: Upaya Pesantren Mansajul Ulum Cetak Santri Bijak Bermedsos

26 April 2026 - 16:46 WIB

Kiai Aniq: Kualitas Keilmuan Syarat Mutlak Memimpin Pesantren

26 April 2026 - 09:16 WIB

Trending di Liputan