Menjelang ujian catur wulan ketiga, Madrasah Diniyyah Mansajul Ulum menyelenggarakan pengarahan cawu pada Ahad, 01 Februari 2026. Agenda yang semula akan digelar di halaman Pondok Putra terpaksa dialihkan ke Aula masing-masing karena cuaca yang tidak kondusif. Meski demikian, acara tetap berjalan lancar dan khidmat. Para santri mendengarkan pengarahan dengan seksama didampingi musyrif dan segenap guru Madin.
Kepala Madin, Ustaz Muhammad Fackhri Basri memberikan beberapa tips agar berhasil dalam mengerjakan ujian. Diantaranya, berdoa setelah berusaha dan belajar dengan maksimal. “Setelah berusaha alangkah baiknya kita juga berdoa, karena berdoa adalah bentuk tawakal yang harus kita lakukan setelah berikhtiar”, tuturnya.
KH. Liwauddin juga menegaskan kembali perihal berdoa setelah berikhtiar. Menurut beliau dengan mengacu pada hadits, doa adalah salah satu hal yang bisa merubah qadha dari Allah SWT. “Tidak ada hal yang bisa mengubah qadha Allah kecuali doa. Maka dari itu kita harus senantiasa melangitkan doa setelah melakukan suatu usaha”, tegasnya. Selain itu, beliau juga mengingatkan kembali bahwa hasil yang baik juga diiringi dengan kerja keras,” Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”, imbuhnya.
Dengan demikian, para santri diharapkan untuk bekerja keras seraya berdoa kepada Allah agar diberikan hasil terbaik dalam mengerjakan ujian cawu kali ini.
Reporter: M. Arul Efansah, Redaktur EM-YU










