Menu

Mode Gelap

Liputan · 2 Feb 2026 10:01 WIB ·

Tabligh Akbar: Kawah Candradimuka Santri Memoles Bakat Menebar Manfaat


 Tabligh Akbar: Kawah Candradimuka Santri Memoles Bakat Menebar Manfaat Perbesar

Potensi diri adalah permata tersembunyi yang harus terus digali, diasah, dan dikembangkan, tak terkecuali bagi para santri. Menyadari pentingnya wadah aktualisasi diri, Pengurus Pondok Pesantren Mansajul Ulum Putri menggelar agenda Tabligh Akbar di Aula Utama Pondok Putri pada Jumat 29-30 Januari 2026.

Acara tahunan ini merupakan puncak dari rangkaian tablighan rutin yang digelar setiap dua minggu sekali. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali santri dengan kecakapan publik dan mentalitas dakwah yang santun dan tanggung jawab. “ Melalui kegiatan ini diharapkan para santri dapat melatih mentalitas dalam menyampaikan materi dakwah dengan tidak melupakan sikap santun dan tanggung jawaba”, ungkap Khilyatun Nafisah Awwaliyah, Ketua Panitia Tabligh Akbar.

Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Yulia Selviana selaku pembina. Dalam sambutannya, ia menekankan akan pentingnya kesopanan, kesungguhan, dan ketenangan dalam penampilan. Karena kelak hal itu akan menjadi bekal mereka di masyarakat. “Saat tampil, tetap jagalah kesopanan, ketenangan, dan terus sungguh-sungguh dalam menyampaikan pesan. Karena kelak apa yang kalian perjuangkan hari ini akan menjadi bekal di masyarakat esok nanti”, tuturnya menyemangati.

Tabligh Akbar kali ini tampil berbeda dengan penambahan job baru dalam jajaran pesertanya.
Jika sebelumnya tablighan hanya diisi oleh Master of Ceremony (MC), qiroah, saritilawah, tahlil, sambutan, puisi, sholawat, dan mauidhoh hasanah (inti), periode ini Seksi Pendidikan menambahkan ilqoul qisshoh (bercerita dalam bahasa arab). Inovasi ini bertujuan untuk memperkaya metode dakwah santri agar lebih kreatif dan komunikatif.

Acara semakin terasa dengan hadirnya dua dewan juri yang merupakan alumni berprestasi Pondok Pesantren Mansajul Ulum Putri, yakni Ustadzah Irfatin Maysaroh, M.Pd. dan Ustadzah Lilik Malihatin, S.Pd. Kehadiran mereka tidak hanya untuk memberikan penilaian obyektif, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa proses pengasahan potensi di pesantren mampu melahirkan figur-figur yang mumpuni di bidangnya.

Ustadzah Irfatin menyampaikan pentingnya control mix dan dinamika suara. “Ketika terjadi hal-hal di luar rencana, control mix harus tetap dijaga. Dinamika dalam bersuarapun harus diperhatikan sebab hal itu mempengaruhi daya tarik pendengar. Teruslah berproses membenahi diri meski tidak akan pernah selesai”, tuturnya.

“Semua sudah bagus, namun menjaga ekspresi dan menghayati setiap ucapan harus tetap ditingkatkan, dan saat membaca kalimat arab terutama Al-Qur’an perhatikan bacaan tajwidnya.” tutur Ustadzah Lilik.

Melalui perhelatan ini, diharapkan para santri tidak hanya mahir dalam bidang turots, tetapi juga memiliki bakat dan rasa percaya diri yang kuat untuk mengabdi di tengah masyarakat kelak.

Reporter: Lu’luk Nurmala Khayati, santri Mansajul Ulum

 

 

 

 

Tulis Komentar
Artikel ini telah dibaca 79 kali

Baca Lainnya

Mansajul Ulum Menjemput Berkah Nisfu Sya’ban

4 Februari 2026 - 09:47 WIB

Pengarahan Cawu lll: Pengasuh Tekankan Usaha dan Doa

3 Februari 2026 - 08:56 WIB

Tingkatkan Semangat Literasi, Pengurus Kominfo Adakan Lomba Menulis Puisi

1 Februari 2026 - 16:55 WIB

Dialog Kesehatan: Sadarkan Para Santri Pentingnya Pola Makan yang Baik

24 Januari 2026 - 10:39 WIB

Mansajul Ulum Bersholawat: Peringati Isra Mikraj, Milad, dan Haul Masyayikh

21 Januari 2026 - 09:14 WIB

Ziarah Haul Muassis Mansajul Ulum di Tengah Cuaca Ekstrem

13 Januari 2026 - 14:35 WIB

Trending di Liputan