Halaman Pondok Pesantren Mansajul Ulum dipenuhi oleh ratusan santri yang hadir untuk mengikuti agenda pembagian raport Madrasah Diniyah (Madin) pada hari Rabu, 11 Februari 2026. Didampingi Ketua Yayasan Madin, Pengasuh Mansajul Ulum, Managemen Madin serta seluruh wali kelas, suasana formal tersebut diwarnai dengan antusiasme para santri menjemput hasil pembelajaran yang telah mereka tempuh selama periode ini.
Kehangatan acara bermula saat Kepala Madin, Ustad M. Fackri Bashri memberikan sambutannya. Beliau berpesan dengan nada yang menguatkan bahwa kunci seseorang bisa sukses adalah karena rasa hormatnya. “Setidaknya kalau merasa berat dengan tanggungan, jangan menyepelekan. Mā waṣala man waṣala illā bil-ḥurmati wat-ta‘ẓīm, wa mā saqaṭa man saqaṭa illā bi-tarki al-ḥurmati wat-ta‘ẓīm“, tutur beliau.
Suasana semakin khidmat saat Pengasuh Pondok, Romo KH. Liwauddin Najib, menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Beliau menegaskan untuk menjauhi sifat sombong. “Orang yang sombong dan pemalu tidak akan memperoleh ilmu, Lā yanālul-‘ilma mustaḥyin wa lā mutakabbirun“, jelas beliau.
Beliau mengajak seluruh santri untuk terus optimis, karena tidak ada yang menjamin masa depan kita, di mana pun sekolah dan pondok kita berada. “Dimanapun tempat kita belajar asal optimis dan prosesnya kita lakukan. Tugas kita melakukan proses, dengan niat memperoleh ilmu manfaat berjuang di tengah masyarakat. Tanamkan akhlakul karimah dimanapun kalian berada,” tutur beliau menutup mauidzoh.

Acara ditutup dengan doa bersama yang diikuti dengan pembagian rapot secara serentak. Rapot di tangan mereka bukan sekadar angka, melainkan tanda bahwa satu tahap perjuangan telah terlewati.
Reporter : Muhammad Hanuun Adrian, Redaktur EM-YU










