Seksi Kom-info Pondok Pesantren Mansajul Ulum Putra umumkan pemenang lomba menulis puisi setelah diadakan proses penilaian pada Kamis, 23 Januari 2026. Event tersebut merupakan agenda tahunan pengurus Kom-info yang berhasil digelar perdana pada periode ini. Terhitung sejak 12 Januari 2026 – 23 Januari 2026, event kali ini menggandeng Tim Redaksi Em-Yu Muhammad Sholihul Huda, sebagai dewan juri. Dari banyaknya santri yang mengikuti, Muhammad Azhar Miftahuddin berhasil meraih juara pertama dengan perolehan nilai 87%, disusul Dimas Setiyo Yoga Pratama sebagai juara kedua dengan perolehan nilai 85%.
Ia memberikan apresiasi dan semangat kepada para peserta yang sudah ikut berpartisipasi dalam menyemarakkan semangat literasi di lingkungan pesantren. “Meskipun lomba ini baru pertama kali dilaksanakan, karya yang dihasilkan teman-teman santri sudah sangat bagus. Lomba ini juga mampu menarik banyak perhatian teman-teman santri yang awalnya tidak pernah menulis puisi, lalu akhirnya merasa tertantang untuk ikut mencari pengalaman baru”, ujarnya.
“Mungkin acara seperti ini bisa diagendakan setiap tahunnya, agar teman-teman santri dapat lebih semangat bergelut di dalam dunia literasi untuk mengasah potensi yang dimilikinya”, pungkasnya.
Ketua panitia Muhammad Aqil Muchtar mengklaim bahwa diselenggarakannya event lomba ini merupakan salah satu upaya awal untuk meningkatkan literasi teman-teman santri dalam dunia kepenulisan. “Kami harap setelah diadakannya acara ini, di samping menambah pengalaman, semoga para santri juga menjadi lebih giat untuk menulis, khususnya karya puisi.” ujarnya di tengah pengumuman pemenang lomba.
Koordinator Kom-Info itu juga berharap agar teman-teman santri semakin tekun dalam bergelut di dunia literasi, karena banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh darinya. “Meskipun jumlah hadiahnya tidak banyak yang dapat kami berikan, hal itu tidak mengecilkan semangat teman-teman santri untuk menghasilkan karya. Kami berharap kepada para peserta lomba, baik menang maupun kalah, agar bisa menjadikan ajang ini sebagai sebuah pengalaman sekaligus evaluasi untuk ke depannya,” sambungnya.
Dimas, juara dua mengaku merasa tertantang pada event lomba kali ini. “Karena ini lomba puisi untuk pertama kalinya di pesantren, saya merasa sangat tertantang untuk ikut mencari pengalaman baru. Awalnya saya pesimis, tetapi perasaan gelisah tersebut sirna setelah mengetahui hasil keputusan pemenang lomba,” jelasnya.
Reporter: Izza Ajib Sulthony, santri Mansajul Ulum










