Dua santri Mansajul Ulum menjadi perwakilan kabupaten dalam rangka pembentukan forum santri ramah anak Jawa Tengah di Gedung Asrama Haji Center Semarang, pada 19-20 Desember 2025. Mereka adalah Lintang Lakiswara sebagai peserta dan M. Arul Efansah sebagai pendamping.
Acara tersebut bertujuan untuk membentuk organisasi santri yang berperan sebagai pelopor pesantren yang aman, nyaman dan bebas kekerasan. “Acara ini merupakan inisiatif pemerintah untuk penguatan peran santri sebagai pelopor pesantren yang aman, nyaman dan bebas dari kekerasan.” tutur Kepala Kanwil Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Saiful Mujab, MA.
Pada hari pertama, peserta dan pendamping mendapatkan serangkaian materi yang meliputi praktek pelibatan partisipasi anak dalam pesantren ramah anak, hak anak dalam prespektif islam dan implementasi di pesantren, dan kebijakan perlindungan anak dan hak anak di Jawa Tengah. Masing masing materi disampaikan secara profesional oleh orang-orang yang sudah berpengalaman dalam hal perlindungan anak dan perempuan.
Setelah mendapatkan pengenalan terhadap konsep pesantren ramah anak, hari kedua peserta menyusun program kerja sementara dan membentuk struktur organisasi Forum Santri Jawa Tengah untuk mewujudkan cita-cita pesantren ramah anak.
Disamping mewujudkan pesantren ramah anak yang menjadi tujuan utama, para peserta dan pendamping juga mendapatkan banyak hal bermanfaat lainnya, yaitu pengalaman dan pertemanan, Semoga dengan dibentuknya forum santri ramah anak ini, tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan di pesantren menjadi berkurang dan terminimalisir.
Reporter: Muhammad Arul Efansah, Redaktur Em-Yu










