Menu

Mode Gelap

Opini Santri · 19 Mei 2026 13:05 WIB ·

Demam Panggung: Mengapa Terjadi dan Bagaimana Cara Menghadapinya? 


 Demam Panggung: Mengapa Terjadi dan Bagaimana Cara Menghadapinya?  Perbesar

Pernahkah seseorang merasa jantungnya berdebar cepat nafas terasa sesak, tangan mulai berkeringat, dan pikiran mendadak blank saat hendak tampil di depan umum? Situasi tersebut sering kali terjadi ketika seseorang harus berbicara, tampil, atau menunjukkan kemampuannya di depan umum. Rasa gugup tersebut dikenal dengan demam panggung. Meskipun terdengar sepele, kondisi ini dapat membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri bahkan gagal menampilkan kemampuan terbaiknya.

Mengutip dari alodokter.com, demam panggung merupakan kondisi dimana seseorang merasa cemas atau takut yang muncul sebelum atau saat seseorang tampil di depan umum. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, baik pelajar, mahasiswa, pekerja, maupun orang yang sudah terbiasa tampil di hadapan banyak orang. Demam panggung memiliki gejala yang ditandai dengan meningkatnya detak jantung, nafas terasa cepat atau sesak, tangan berkeringat dingin, tubuh gemetar, hingga sulit berkonsentrasi.

Pada dasarnya, demam panggung merupakan hal yang lumrah terjadi. Kondisi ini muncul karena seseorang merasa takut akan stigma buruk orang lain, takut melakukan kesalahan, atau kurang percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki. Di samping itu, kurangnya pengalaman dan persiapan juga bisa menjadi penyebab utama seseorang merasa cemas ketika harus tampil di depan umum. Pikiran yang terlalu fokus pada kemungkinan gagal sering kali membuat rasa takut semakin besar. 

Namun, demam panggung bukanlah sifat bawaan yang permanen. Kondisi tersebut dapat diatasi melalui beberapa langkah yang tepat seperti:

1. Melakukan Persiapan yang Matang

Persiapan yang baik dapat membantu seseorang merasa lebih siap dan percaya diri. Misalnya, dengan memahami materi yang akan disampaikan, berlatih berbicara di depan cermin, atau mencoba tampil di depan teman maupun keluarga terlebih dahulu. Semakin sering berlatih, seseorang akan semakin terbiasa menghadapi situasi tampil di depan umum.

2. Mengatur Pernapasan

Ketika rasa gugup mulai muncul, penting untuk menenangkan diri dengan mengatur napas. Tarik nafas perlahan, tahan beberapa detik, lalu hembuskan secara perlahan. Cara sederhana ini dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks dan pikiran kembali fokus.

3. Menanamkan Afirmasi Positif

Kepanikan sering kali muncul karena seseorang terlalu memikirkan kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi. Oleh sebab itu, penting untuk menanamkan afirmasi positif kepada diri sendiri, seperti “Saya mampu” atau “Saya bisa melakukannya.” Afirmasi sederhana ini dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan membuat seseorang lebih tenang saat tampil.

Kesimpulannya, demam panggung merupakan kondisi kecemasan yang umum dialami seseorang saat tampil di depan umum. Kondisi ini dapat disebabkan oleh rasa takut dinilai, kurangnya pengalaman, maupun kurangnya persiapan. Meskipun demikian, demam panggung bukanlah sesuatu yang tidak dapat diatasi. Dengan persiapan yang matang, pengendalian diri, serta pikiran yang positif, seseorang dapat mengelola rasa takut tersebut dengan lebih baik.

Pada akhirnya, keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan tetap mau mencoba meskipun rasa takut itu ada. Oleh karena itu, demam panggung seharusnya tidak menjadi penghalang untuk berkembang, melainkan tantangan yang dapat dilalui untuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri.

Penulis: Hanuun Adrian, Redaktur EM-YU.

Tulis Komentar
Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menghidupkan Ibadah dengan Tasawuf 

9 Juni 2026 - 13:16 WIB

Cara Efektif Mencegah Maag bagi Santri 

2 Juni 2026 - 12:03 WIB

Siti Sarah dan Hajar: Mengenang Harmoni Perjuangan Perempuan di Hari Raya Kurban

26 Mei 2026 - 13:22 WIB

Panduan Mengelola Stres dalam Siklus Biologis Perempuan

5 Mei 2026 - 13:58 WIB

Refleksi Hari Kartini: Perempuan dalam Pingitan Teknologi

21 April 2026 - 12:42 WIB

Urf dan Syariat: Mencari Titik Temu Islam dan Budaya Lokal

14 April 2026 - 13:01 WIB

Trending di Opini Santri