Survey stres di Amerika pada tahun 2023 yang dilakukan APA menemukan bahwa perempuan terus melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi daripada laki-laki dan membutuhkan lebih banyak dukungan, dengan rata-rata 5,3 berbanding 4,8 dari 10. Ditambah, doktrin sosial yang menganggap bahwa perempuan adalah manusia yang seringkali sulit dipahami dan suasana hati yang gampang berubah-ubah. Hal ini disebabkan dari berbagai sisi, internal maupun eksternal. Selain faktor eksternal yang sudah pasti dirasakan oleh laki-laki maupun perempuan, perempuan juga mempunyai berbagai siklus yang sangat mempengaruhi tingkat stres dan perubahan suasana hati perempuan, seperti saat menstruasi, hamil, melahirkan, sampai menyusui. Siklus-siklus ini menghasilkan hormon yang tidak pernah dirasakan oleh laki-laki.
Sebuah laporan dari WHO (2020) menunjukkan bahwa 45% perempuan mengalami gangguan menstruasi. Ketika sedang menstruasi, perempuan akan merasakan sakit dengan tingkatan yang berbeda-beda, dari rendah, sedang, sampai parah. Selain itu, perubahan fisik yang signifikan, suasana hati (mood swing) yang tidak teratur, dan kelelahan fisik membuat mental perempuan ikut terganggu. Hal yang memicu terjadinya gangguan menstruasi tersebut salah satunya adalah hormon. Hormon pada perempuan adalah senyawa kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin dan berperan penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh. Dua hormon utama yang mempengaruhi kesehatan perempuan adalah estrogen dan progesteron, keduanya diproduksi di ovarium.
Estrogen (Estradiol, Estrone, Estriol): Hormon ini berperan penting dalam perkembangan seksual, termasuk pertumbuhan payudara dan pembentukan tubuh. Estrogen juga memicu siklus menstruasi dan menjaga kesehatan tulang, jantung, kulit, serta suasana hati. Sedangkan Progesteron adalah hormon yang mengatur siklus menstruasi, mempersiapkan lapisan rahim untuk kehamilan, dan menjaga kehamilan tetap sehat. Dengan demikian, hormon mempunyai hubungan yang erat dengan kesehatan mental karena hormon mengatur suasana hati, stres, dan fungsi otak lainnya yang mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Ketika sedang menstruasi, hormon dalam tubuh perempuan bekerja lebih keras dan mengalami fluktuasi drastis selama siklus menstruasi. Apalagi saat darah haidnya keluar banyak. Secara otomatis, tubuh perempuan mudah lelah, pusing, kram pada perut, dan lain-lain. Selain itu, faktor kelelahan membuat suasana hati (mood swing) memburuk.
Selain itu, pada saat hamil perempuan juga mengalami perubahan drastis. Perubahan hormon pada saat kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan mental seperti mood swing, emosi yang tidak stabil, kecemasan, hingga depresi. Biasanya, perempuan yang belum siap hamil rentan mengalami baby blues, gangguan suasana hati sementara (sedih, cemas, lelah) yang dialami sekitar 80% ibu baru, umumnya muncul 2-3 hari pasca persalinan dan mereda sendiri. Selain itu, ibu baru akan merasakan kelelahan fisik maupun mental. Setelah belum reda sakit karena melahirkan, perempuan dituntut untuk merawat anak yang pada dasarnya, adalah pengalaman pertama bagi seorang perempuan.
Setidaknya terdapat 5 cara yang dapat dilakukan untuk menyikapi siklus-siklus biologis perempuan yang sangat mempengaruhi fisik maupun mental perempuan, yaitu dengan melakukan meditasi meditasi atau mengatur pernapasan agar bisa menjadi tenang. Hal ini dapat mengurangi kortisol (hormon stres) dan melepaskan hormon endorfin (hormon bahagia). Selain itu, olahraga dan aktivitas fisik seperti berjalan cepat dan bersepeda juga dapat meredakan mood swing dan menjaga kesehatan fisik serta mental.
Cara lain untuk mengelola stres adalah dengan mengatur pola makan sehat, seperti memperbanyak nutrisi, konsumsi lemak sehat dan kaya akan serat, berprotein tinggi, mineral, mengurangi makanan junk food terutama saat menstruasi agar bisa menjaga gula darah tetap stabil. Istirahat yang cukup dapat menjadi cara untuk mengelola stres. Tidur 5 sampai 8 jam sehari untuk mengatur emosi serta mengistirahatkan tubuh agar bisa pulih kembali saat bangun tidur. Selain itu, penting juga dukungan orang-orang di sekitar perempuan. Suasana yang mendukung dan orang-orang terdekat yang menjadi support system sangat berpengaruh baik pada perempuan dalam menjalani siklus-siklusnya dengan tenang dan nyaman.
Penulis: Fitria Tahta Alfina, Santri Mansajul Ulum.










