Menu

Mode Gelap

Opini Santri · 3 Mar 2026 12:00 WIB ·

“Shumu Tashihhu”: Puasa Menyehatkan Lahir dan Batin


 “Shumu Tashihhu”: Puasa Menyehatkan Lahir dan Batin Perbesar

Bulan Ramadan menjadi bulan yang paling dinantikan oleh setiap umat  Islam. Pada bulan ini umat Islam diwajibkan puasa selama satu bulan penuh dengan memenuhi syarat-syaratnya, serta adanya segudang kebaikan dan pahala yang dinantikan umat Islam.

Bulan Ramadan sendiri memiliki nuansa yang sangat berbeda dengan bulan-bulan lainnya, yang dimana terdapat amal-amal yang hanya muncul pada bulan Ramadan. Seperti bukber, berbagi takjil, salat sunah tarawih dan masih banyak lagi. 

Walaupun terasa sangat  menyenangkan, terdapat beberapa pandangan dari segi  kesehatan yang mengatakan puasa memiliki efek samping yang dapat mempengaruhi kesehatan badan, seperti; Hipoglikemia atau penurunan tingkat metabolisme yang mempengaruhi tekanan darah dan kadar gula, menurunnya konsentrasi otak karena karena kekurangan asupan, dan naiknya berat badan karena berlebihan dalam berbuka atau dikenal sebagai “lapar mata” (craving). 

Lalu bagaimana dengan hadis Nabi yang berbunyi:

صُومُوا تَصِحُّوا 

Artinya: Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat (HR. Ath-Thabrani). 

Al-Munami menjelaskan bahwa hadis di atas mengisyaratkan berpuasa tidak hanya berfungsi sebagai ibadah spiritual, tetapi  juga memiliki manfaat kesehatan lahir dan batin. Secara fisik, puasa membantu menjaga kesehatan tubuh dengan memberikan waktu istirahat bagi organ pencernaan, membuang racun, dan memperkuat daya tahan tubuh. Sedangkan secara batin, berpuasa dapat melatih jiwa untuk menekankan hawa nafsu, membersihkan hati, dan memperkuat kekuatan rohani.

Menurut banyak ulama, puasa sebenarnya membantu dalam menjaga kesehatan, karena dengan berpuasa dapat membantu meminimalisir penyakit yang muncul dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Puasa juga dapat meningkatkan nilai spiritualitas kita dengan menjaga nafsu. Hal ini sering diutarakan dalam kitab-kitab tasawuf, bahwasannya puasa tidak hanya sekedar menjaga diri dari rasa haus dan lapar akan tetapi juga menjaga hawa nafsu. Hal inilah yang menjadi kunci agar amal ibadah kita dapat diterima oleh Allah Swt.

Dari segi kesehatan psikologi, puasa juga dapat membantu menjaga pikiran kita, contohnya;

  • Mengurangi resiko depresi. Melalui ibadah puasa, seseorang memiliki kontrol diri yang lebih baik sehingga berkontribusi dalam mengurangi tingkat depresi.
  • Mood booster. Dengan puasa orang menjauhi pikiran negatif dan cenderung berfikir untuk selalu membayangkan hal-hal yang positif. Ditambah lagi  umat Islam memiliki kepercayaan bahwa dalam bulan Ramadhan semua pahala akan dilipatgandakan. Hal ini menambah kadar “kebungahan” umat Islam dalam melakukan ibadah.
  • Menambahkan rasa empati. Dengan umat muslim yang diwajibkan berpuasa, maka semua orang yang sudah memenuhi syarat berpuasa maka harus berpuasa, tidak peduli kaya, ataupun miskin. Hal ini membuat orang kaya dapat merasakan lapar layaknya  orang miskin ketika berpuasa, dan yang miskin bisa merasakan nikmatnya makanan enak ketika berbuka puasa seperti halnya orang kaya.

Menjadikan Puasa Benar-Benar Menyehatkan

Dari sini kita tahu bahwa puasa memberikan lebih banyak dampak positif daripada dampak negatifnya. Hal positif itu bisa kita peroleh dengan menata niat dan juga menjaga diri agar puasa benar-benar menghadirkan manfaat lahir dan batin. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti:

  1. sahur dengan makanan yang bernutrisi dan bergizi, karena dengan makanan yang seperti ini dapat membantu kita menjaga daya tahan energi kita saat berpuasa.
  2. Tepat waktu ketika berbuka, karena Nabi Muhammad sendiri mengisyaratkan  untuk bergegas ketika berbuka dan juga makanan-makanan yang manis agar nantinya kita juga bisa lebih cepat untuk melakukan ibadah di malam harinya.
  3. Tidur yang cukup, kesalahan yang sering kita lakukan adalah membalik siang menjadi malam dan malam menjadi siang, kecuali untuk melakukan ibadah atau belajar, kondisi ini dapat merusak tubuh kita dan hal ini akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari ketika berpuasa.

Maka dari itu dapat kita simpulkan bahwa berpuasa menyehatkan ketika ikhlas menata niat juga memperhatikan kesehatan baik secara lahir maupun batin. Tidak salah ada hadis: صُومُوا تَصِحُّوا

Karena memang banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh melalui puasa dengan catatan menjaga nafsu. Sebagai umat Islam, kita dapat menunaikan ibadah puasa untuk meraih berbagai manfaat positif serta berharap mendapatkan pahala yang melimpah pada bulan Ramadan.

Oleh: Rosyid Saputra, Santri Mansajul Ulum

Tulis Komentar
Artikel ini telah dibaca 213 kali

Baca Lainnya

Pentingnya Membangun Pertemanan yang Positif

14 Juli 2026 - 11:09 WIB

Pendidikan Disabilitas: Menuju Pesantren Inklusif

23 Juni 2026 - 12:33 WIB

Skandal BGN dan Rapuhnya Tata Kelola Program MBG 

16 Juni 2026 - 10:41 WIB

Menghidupkan Ibadah dengan Tasawuf 

9 Juni 2026 - 13:16 WIB

Cara Efektif Mencegah Maag bagi Santri 

2 Juni 2026 - 12:03 WIB

Siti Sarah dan Hajar: Mengenang Harmoni Perjuangan Perempuan di Hari Raya Kurban

26 Mei 2026 - 13:22 WIB

Trending di Opini Santri