Aku berjalan di atas bayang-bayang kenangan
Memaksaku menghapus luka diri
Menempa hari-hari yang kulalui
Meski rasa sakit tak pernah bosan menemani
Kubakar pedih peri
Lalu bangkit lagi, lagi, dan lagi
Mengobati luka yang mampir berkali-kali
Dengan pahit yang tak kunjung henti
Sudah biasa kutenangkan jiwa yang gemuruh
Teriakan-teriakan kian hari kian penuh
Mencoba merobohkan pondasiku yang mulai kukuh
Arah mana yang seharusnya kucari?
Hanya ada dinding-dinding kosong yang terus menghantui
Menuju keikhlasan abadi
Kehilangan bukanlah akhir dari segala cerita
Tapi menjadikannya sempurna
Sedikit demi sedikit kubuka lembaran baru
Dengan tak mengubur luka masa lalu
Kuabadikannya di setiap lembar cerita
Menerima dengan ikhlas sepenuh jiwa.
Karya: Dania, Santri Mansajul Ulum.










