Wahai sang surya, wahai rembulan,
Pintaku, rapatkanlah poros rotasimu
Biarkan garis waktu melipat diri
Membawaku pulang ke pelukan masa lalu
Ingin kurakit kembali raga yang mulai retak
Agar utuh, tanpa cacat yang membekas
Ingin kuusir kelesuan yang membelenggu jiwa
Agar semangatku kembali tegak dan murni
Pada relung hati yang kian temaram
Biaskanlah cahaya agar kegelapan lekas padam
Pada nama yang kini luruh tertutup debu
Semoga ia kembali terpijar, menepis malu
Andai timbangan dosa bisa kusurutkan angkanya
Membasuh noda hingga kembali fitrah semula
Namun, ibu hanyalah alergi di ambang mimpi
Sebab waktu tak pernah sudi berjalan kembali
Hanya takhayul yang bertahta dalam sepi.
Karya: Muhammad Anas, Santri Mansajul Ulum.










