Menu

Mode Gelap

Puisi · 27 Feb 2026 15:23 WIB ·

Ramadhan yang Basah oleh Rindu


 Ramadhan yang Basah oleh Rindu Perbesar

Di balik jendela kamar

Hatiku termangu

Hanya ditemani bisikan anila yang selalu berbicara

Bersama mega senja yang akan menyapu habis semua kenangan kita

 

Pawana itu datang dari pulau seberang

Membawa sebuah kabar

Tentang kumpulan diksi yang mulia

“Kapan kamu pulang, Nak? Semua orang sudah rindu bersamamu.”

Diksi itu menusuk hingga ke kalbu

 

Mukaku seketika mengembara seperti hujan

Merasakan pedihnya kehidupan

Kenapa semua ini kulakukan dengan nafsu?

Selama ini pergi kemana hatiku?

 

Jujur

Kalbuku terpaut hanya padamu

Asmaralokaku akan selalu menyertaimu

Walau kita tak bertemu

 

Ingatlah, semua memori kita

Kita pernah makan bersama setiap sahur dan berbuka

Dengan sensasi air hangat yang direbus dengan tungku kayu

Juga hangatnya nasi uduk yang kau sajikan sebelum fajar shodik menyapa

 

Tapi aku tak bisa

Menuruti semua dambamu

Keadaan belum mengijinkan hatiku

Bertandang bersamamu, di bulan yang mulia

 

Sanubariku kotor

Dipenuhi oleh noda yang sulit hilang

Dan sekarang

Biarkan aku sendiri di sini

Biarkan sepi yang akan menemani

Semua kulakukan demi mengurangi beban di tubuhmu nanti

 

Biarkan doa yang jadi kendaraan melintasi bumi

Menembus bukit, menyeberangi lautan

Ia akan mengetuk pintu langit

Meminta kepada Tuhan untuk menjagamu

Hingga tiba masa takdir mengizinkanku kembali memelukmu

 

Ramadhan ini

Biarkan aku berbuka dengan hujan

Menelan rindu sebagai lauk pauknya

Meneguk air agar selalu bersabar

Tunggulah aku, saat musim berganti

Aku akan pulang membawa rindu yang terpendam dalam hatiku

 

Sekarang

Dengarlah bisikanku padamu, angin

Kirimkan pesan ini padanya

Bahwa jarak tidak akan mengurangi kasih sayangku

 

Bukannya aku tak ingin mengukir senyum bahagia orang tua

Tapi khusus tahun ini aku ingin menjauh darinya dahulu

Mencari jati diri sendiri

Terimalah, ikhlaskanlah

Maafkanlah yang selalu melemparimu batu selama ini.

 

Karya: Muhammad Alif, Santri Mansajul Ulum.

Tulis Komentar
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kiamat di Negeriku

30 Januari 2026 - 13:13 WIB

Singa yang Menjadi Harimau          

2 Januari 2026 - 13:05 WIB

Malam

5 Desember 2025 - 12:15 WIB

Sang Pahlawan

7 November 2025 - 10:42 WIB

Kembali Pulang

10 Oktober 2025 - 10:41 WIB

Kutu

19 September 2025 - 10:08 WIB

Trending di Puisi