Cebolek Kidul – Bertepatan dengan berakhirnya tahun ajaran di Madrasah Mathali’ul Falah Kajen, para santri yang berdomisili di Pondok Pesantren Manajul Ulum, belum diperbolehkan pulang, karena masih memiliki kewajiban untuk mengikuti kelas diniyah sore. Sehingga para santri akan menganggur di pagi harinya. Untuk menyikapi hal tersebut, pengurus Pondok Pesantren Mansajul Ulum berinisiatif membuat kegiatan ngaji kilatan. Ngaji kilatan merupakan kegiatan mengkaji kitab tertentu yang di lakukan dalam waktu yang singkat untuk menghatamkan kitab tersebut.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 18 – 21 Maret 2022 di komplek aula Pondok Barat Pondok Pesantren Mansajul Ulum pukul 09.00 – 10.30 WIB yang diisi oleh kiai Ali Irfan yang berasal dari Desa Margomulyo, Tayu.
“Untuk mengisi waktu senjang santri saat liburan, maka dari itu kami dari seksi pendidikan Pondok Pesantren Mansajul Ulum mempunyai inisiatif untuk membuat kegiatan ngaji kilatan agar dapat diikuti oleh semua santri putra, putri, baik yang kecil ataupun besar.” demikian keterangan Ahmad Ridho Syarif Hidayatullah selaku koordinator seksi pendidikan.
Adapun Kitab yang dikaji adalah kitab Tijanud Durori. Kitab tersebut merupakan karangan dari syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi yang membahas tentang ilmu tauhid. Kitab ini merupakan syarah dari kitab Risalatul Bajuri karangan dari Syaikh Ibrahm Al-Bajuri. Kitab Tijanut Durari di pilih Juga atas saran dari pengasuh Pondok Pesantren Mansajul Ulum, Bapak KH. Muhammad Liwa’ Udin dengan tujuan para santri dapat memahami lebih dalam lagi mengenai ilmu tauhid.
Reporter: M. Alfi Ni’am dan Ainun Ni’am