Tim pustakawan putri berhasil mengadakan acara Ngaji Buku yang ke-5 pada Jumat, 28 Agustus 2026. Acara yang bertempat di Ruang Perpustakaan As-Salamah tersebut dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, serta dihadiri oleh santriwati jenjang Tsanawiyah, Aliyah, dan pasca-Aliyah.
Acara bedah buku kali ini mengulas novel Janji karya penulis kondang Tere Liye. Novel tersebut mengajarkan dan menyadarkan pembaca pentingnya menepati janji, sekecil apa pun itu. Yulia Selviana selaku pemantik berhasil memaparkan amanat cerita dengan apik.
“Janji tidak dapat diukur dari seberapa keras kita mengungkapkannya, melainkan seberapa keras kita bertahan menepatinya saat ujian datang,” terang Mbak Yuse, sapaan akrabnya.
Lebih dari sekadar menepati janji, petualangan tiga santri dalam menyusuri kisah sosok Bahar memberikan pemahaman hidup yang mendalam.
“Setiap orang suci punya masa lalu dan setiap pendosa punya masa depan. Masa lalu hanyalah tempat belajar, bukan penjara seumur hidup. Pertobatan sejati itu bukan cuma soal mengurung diri atau minta diakui jadi orang baik, tapi bagaimana sisa hidup kita bisa dipakai untuk membayar utang kebaikan kepada sesama,” ujar Mbak Yunisa selaku moderator saat hendak menutup acara.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh para peserta. “Intinya, kita jangan pernah menilai orang hanya dari kondisinya saat ini, karena kita tidak tahu dia akan menjadi apa di masa depan. Bisa jadi ejekan yang kita berikan justru kembali pada diri kita sendiri,” ucap Mbak Luna, salah seorang peserta.
Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan dapat memahami makna janji yang sebenarnya, serta senantiasa menjaga dan menepati janji yang telah dibuat—baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Reporter: Lanal Barokatus Tsalitsah, Santri Mansajul Ulum.










