Menu ✖

Mode Gelap

Liputan · 24 Sep 2022 17:02 WIB ·

Mahasiswa Cairo Jelaskan Kunci Sukses Belajar di Timur Tengah


 Mahasiswa Cairo Jelaskan Kunci Sukses Belajar di Timur Tengah Perbesar

Kegiatan khitabah malam Jum’at Pon.Pes. Mansajul Ulum kemarin berbeda dari biasanya. Kegiatan mingguan tersebut kali ini menghadirkan alumni yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar, Cairo, Kang Kamal Abdillah.

Dalam khitabah malam Jum’at, 22 September ’22 lalu itu Kang Kamal memberikan motivasi kepada seluruh santri putra tentang pentingnya tekun dan serius dalam belajar. Ia menceritakan bagaimana ketekunan para ulama dalam mencari ilmu. Seperti perjuangan Imam Zakaria Al Anshari yang hanya makan kulit semangka untuk menyambung hidup demi mendapatkan ilmu. Meski hidup dalam kekurangan, beliau tetap tekun dan serius dalam belajar hingga mampu mengarang kitab Tahrir dan Lub Al-Ushul yang dikaji di seluruh pesantren di Indonesia, bahkan di dunia hingga saat ini.

Kang Kamal juga bercerita tentang salah satu alumni PP Mansajul Ulum yang semangat dalam belajar. Santri yang ia maksud adalah Kang Abdur Rahman, asal Demak Jawa Tengah. Ia baru mengenal pesantren setelah lulus SMA. Tetapi ketika di pesantren, semangat belajarnya mengalahkan teman-temanya yang sudah lama mondok. Ketekunannya yang luar biasa, membuatnya dalam waktu dua tahun ia telah mampu membaca kitab Fath Al-Mu’in. “Hal itu membuktikan bahwa belajar tidak mengenal umur”, tandas Kang Kamal.

Di akhir penyampaiannya, Kang Kamal berpesan kepada para santri tentang kunci sukses belajar ke Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa “Jika ingin belajar ke Cairo, yang terpenting adalah kuasai empat hal.  Pertama, kuasai ilmu nahwu dan Sharaf. Kedua, perbanyak mufrodat bahasa Arab. Ketiga, fahami ilmu mantiq. Keempat, kuasai ilmu balaghah.”.

Motivasi dan pesan di atas membuat para santri semakin antusias. Tidak heran jika acara yang berlangsung di Aula pesantren bagian barat itu banyak mengundang pertanyaan dan tanggapan para santri. Hingga tepat pada pukul 22.00 WIB terpaksa dihentikan oleh moderator karena waktu yang sudah semakin larut.

Reporter: Iqbal Kafa Billah  dan Sirojudin.

Tulis Komentar
Artikel ini telah dibaca 313 kali

Baca Lainnya

Pojok Sastra: Rangkul Perbedaan, Hentikan Perundungan

21 September 2026 - 08:12 WIB

Cegah Perundungan dan Pelecehan Seksual, Pengurus Pondok dan Tim SATGAS Adakan Sosialisasi Anti Bullying

20 September 2026 - 15:15 WIB

Upgrading Redaksi EM-YU: Pertajam Keterampilan Menulis Argumentatif

17 September 2026 - 13:31 WIB

Ngaji Buku Fahruddin Faiz: Dua Pilar Refleksi Diri Menurut Islam

14 September 2026 - 12:27 WIB

Bedah Polemik Poligami Lewat Tafsir Rawai’ul Bayan

6 September 2026 - 10:30 WIB

Ngaji Buku Edisi 5 : Bedah Novel “Janji” Tereliye

30 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Trending di Liputan