Menu ✖

Mode Gelap

Liputan · 26 Jun 2026 16:46 WIB ·

Santri Mansajul Ulum Dalami Kajian Turats Kontemporer, Ikuti Bedah Kitab Syarah Ar-Rawanili


 Santri Mansajul Ulum Dalami Kajian Turats Kontemporer, Ikuti Bedah Kitab Syarah Ar-Rawanili Perbesar

Pada Rabu, 24 Juni 2026 lima perwakilan santri Mansajul Ulum ikuti seminar bedah kitab Syarah Ar-Rawanili karya Dr. KH. M. Mahrusilah Zarkasyi, MA. Acara ini merupakan salah satu rangkaian mathole’ fest yang berlangsung di Aula kampus IPMAFA. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari yayasan Nurussalam dan para santriwan santriwati pondok Kajen dan sekitarnya.

Kitab yang berjumlah enam jilid tersebut secara garis besar bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam memahami kitab fathul mu’in dengan cara menyusun teks melalui mata rantai keilmuan lintas generasi, melalui pewarisan dan penyebaran isi kitab melalui penyampaian cerita dengan pola kronologis kasus fikih. Selain itu, penyajian teks dalam bentuk penampilan dan praktik pembelajaran yang dapat dinikmati pendengar.

Beliau menyederhanakan muin dengan tiga cara. “Karena mu’in ini agak rumit, maka perlu usaha ekstra untuk mempermudah memahami isinya. Di kitab ini, saya menggunakan tiga metode, komposisi teks, transmisi teks, dan performing art”, terangnya.

Selain itu, beliau juga memberikan solusi alternatif terhadap permasalahan kontemporer yang tidak ada atau diharamkan mu’in dalam pemahaman tekstual. “Perkembangan fikih yang dinamis menuntut kita tidak boleh hanya terpaku pada teks kitab fathul mu’in, tapi harus juga mengetahui maksud apa yang tertulis di belakang teks tersebut”, sambungnya.

Vicky Okatvianto, salah satu perwakilan santri Mansajul Ulum mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur karena telah diizinkan mengikuti acara ini, acara bedah kitab yang merupakan bentuk ikhtiyar ulama untuk memberikan pemahaman kitab fathul muin secara mudah dan mendalam. “Saya sangat bersyukur dapat hadir pada acara ini yang merupakan suatu bentuk ikhtiyar ulama dalam memberikan pemahaman kitab fathul muin secara mudah juga mendalam.”

Pada akhirnya ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Keluarga Mathaliul Falah (KMF) karena terdapat alumni yang bukan hanya baik tapi juga memberikan manfaat. “Saya merasa bangga, salah satu alumni Mathole’ ini bukan hanya menjadi baik tapi juga memberikan manfaat seperti dawuhnya mbah Sahal: Menjadi baik itu mudah, dengan dimam maka yang tampak adalah kebaikan. Yang sulit adalah menjadi bermanfaat karena itu butuh perjuangan”, tutur bapak Ahmad Ismail Subakri.

Reporter: Muhammad Arul Efansah, Redaktur EM-YU

Tulis Komentar
Artikel ini telah dibaca 124 kali

Baca Lainnya

Dari Takut Sandal Hilang sampai Susah Bangun Subuh, Musyawarah Sughra Mansajul Ulum Bahas Fikih Keseharian

27 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Beri Ruang Suara Santri, RMI PCNU dan FKPP Pati Gelar Bahtsul Masail Putri di Ponpes Mansajul Ulum

23 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Berawal dari Niat Istifadah, Vicky Oktavianto Sabet Juara Harapan 2 MQK Se-Jawa Tengah

21 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Bekali Santri Jelang Ujian Cawu II, KH. Liwauddin Najib Tekankan 3 Konsep Imam Syafi’i

21 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Gemakan Literasi Santri, Pengurus Putri Gelar Pelatihan Menulis Resensi

18 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Istiqomah Latihan Selama Satu Bulan, Tim Futsal El-Mansaj FC Sabet Juara III Turnamen Futsal MWCNU Margoyoso.

18 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Trending di Liputan